oleh

Asep Maung ” Keputusan Basi ” Pilrek Unpad di Kaji Lagi

Bandung, Matainvestigasi.com — Asep Maung kembali mengaum, setelah yang ditunggu -tunggu sampai Hari terakhir masa jabatan Rektor UNPAD periode 2019-2024 kembali tidak terlaksana, setelah pleno pada hari sabtu tanggal 13 April 2019 yang dimulai pada Jam 13.00 wib, di Rektorat Unpad Dipatiukur, Sidang Pleno tersebut hanya mendengarkan laporan pertanggung jawaban Rektor lama, hanya menghasilkan keputusan bahwa Pilrek perlu pengkajian kembali sehingga akan adanya PLT Rektor yang ditunjuk oleh Menristekdikti.

Seperti yang sangat tidak diharapkan sebelumnya, dan bahasa itu seakan berita yang basi, hanya itu saja alasannya selama berbulan – bulan dan akhirnya memang terjadi bahwa MWA, terutama dengan ketuanya tidak mempunyai keputusan yang tegas dalam Pilrek ini, padahal notabene pemilihan Rektor ini sepenuhnya jadi kewenangan MWA.

Saat dimintai Pendapatnya Asep B Kurnia ( AA. Maung ) minggu 14-04-19, sebagai pemerhati di Pendidikan Asep mengatakan ” ini sudah saya prediksi sebelumnya, ada indikasi yang selama ini berhembus ada dugaan suap didalam Pelaksanaan Rektor Unpad saat ini semakin meyakinkan saya untuk berpikiran ke arah sana” ucap asep.

Asep juga mengatakan ” saya sangat prihatin dengan nama Unpad yang begitu besar sebagai salah satu Perguruan tinggi Jawa Barat dengan kejadian ini tercoreng namanya dan tidak mampu melaksanakan Pilrek sesuai dengan jadwal seharusnya, dimana MWA kehilangan marwahnya sebagai yang mempunyai kewenangan dalam hal Pemilihan Rektor di intervensi oleh Menristekdikti padahal Unpad sendiri adalah sebagai PTN -BH.

Lanjut dia ” harusnya sih menurut saya malu dengan kejadian ini, apalagi seorang ketua MWA dalam hal ini adalah Rudiantara notabene sebagai Mentri juga, saya punya anggapan kalau dari pendapat saya pribadi penyebab acak-acakan nya Pilrek Unpad adalah campur tangan Menristekdikti, terus yang di ikuti oleh Ketua MWA.

Menristekdikti mengulur waktu dengan mengeluarkan Surat Pemberhentian, dan Peran Rudiantara disini sebagai ketua MWA mendukung Peran Menristekdikti dengan mengulur – ngulur waktu berbagai macam alasan ” pungkas asep.

Sekarang rame di perbincangkan bahwa Salah satu calon Rektor di duga pernah dimintai uang sebesar 3,5 Milyar, itu tandanya disini ada yang kurang beres, dengan adanya kabar seperti itu, berarti cendrung ada indikasi bahwa hal itu benar terjadi. Saya (Asep), yakin berarti molornya Pilrek ini ada dalangnya, mungkin saja pikiran buruk saya mengarah pada kedua Mentri itu, karena tidak mungkin orang yang meminta suap itu bukan orang yang bisa mengutak ngatik juga mempunyai kekuatan dalam urusan Pilrek ini, semua bisa liat siapa yang bikin semuanya jadi terlambat dan akhirnya gagal. kita tunggu aja hasil pemeriksaan KASN.

Dengan adanya indikasi seperti ini saya rasa bukan hanya KASN yang harus turun tangan tapi juga intansi dan aparat berwenang lainnya dalam hal ini mungkin saja KPK yang harus turun tangan karena baru – baru ini sudah terjadi juga dikementrian yang lain, saya lihat Menristekdikti ini pernah melakukan hal yang sama di Perguruan Tinggi lain ” tutup asep. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed