oleh

Aa Maung, Amin Mudzzakir Jangan GUMINTER Can Asak

Bandung, Matainvestigasi.com — Asep B Kurnia (Aa Maung) komentari Amin Mudzzakir minggu 21-04-19, Setelah viral Pernyataan seorang Amin Mudzakir beberapa saat yang lalu, mengenai Orang Jawa Barat, khususnya orang Sunda, bahwa Amin Mudzakir mengatakan ” Urang Sunda Hese Diajak Maju”, dalam waktu sekejap mengundang Kemarahan Nitizen yang membacanya.

Asep Maung mengatakan ” dalam hal ini bahwa, seorang Amin Mudzakir harusnya lebih hati – hati dalam mengeluarkan pernyataan, wajar saja mereka tersinggung, termasuk, diri saya pribadi di dalamnya.

Dalam hal ini, saya merasa begitu fanatiknya menjadi pendukung Calon Presiden, sehingga dia berani seolah – olah menyudutkan atau memberikan statment dalam medsos, ketika dibaca sama saya pribadi, sangat melukai Orang Sunda. Padahal notabene dia sendiri, adalah Orang Sunda ” ucap Asep.

Disini saya melihat, kalau Amin Mudzakir ini belum cukup dewasa, meskipun dia seorang Peniliti dan sering di undang mengisi dalam acara – acara seminar, kalau boleh saya bilang Bahasa Sundanya ” Can Asak “, kasarnya begini, kalau boleh saya bilang namanya ” tong cucungah “, dan tentunya saya lihat kalau di permasalahkan ini berkaitan dengan SARA juga ” pungkasnya.

Lanjut Asep, saya selaku Urang Sunda, dan kalau benar bahwa Amin Mudzakir seorang peneliti, tentu dalam hal ini sangat kecewa dengan Vonis dirinya Kepada Orang Sunda, meskipun sudah meminta maaf, dan dihapus postingannya, tapi tentu ini sudah terlanjur Viral di Medsos, karena disaat Jawa Barat ingin aman tentram setelah Pilpres, seolah disulut dengan pernyataan Amin Mudzakir ini.

Ada beberapa Golongan menurut saya pribadi, mengenai orang Sunda, diantaranya:
1. Orang Sunda yang Nyunda.
2. Orang Sunda tidak Nyunda
3. Bukan Orang Sunda tapi Nyunda.

Dalam hal ini saya rasa Amin Mudzakir termasuk dalam Golongan no 2, karena saya lihat dia Orang Sunda, tapi dia sendiri menjelekan Orang Sunda, yang memberikan pernyataan Kurang enak (menyinggung).

Harapan kedepannya, saya berharap tidak ada lagi hal – hal seperti ini terjadi, karena Pilpres hanyalah sebuah Proses untuk memilih Pemimpin Negara, tapi adat istiadat, kesukuan, akan terus tertanam dan tidak bisa dihilangkan dalam diri kita, meskipun kita tidak mengakuinya, ” Tong Ngahudangkeun Amarah ” tutur Asep.

Saya sangat berharap mungkin kepada Amin Mudzakir, teruslah belajar lagi, tapi jangan sampai lupa kalau anda adalah Orang Sunda, timana anjeun, ini tentu mempunyai makna yang dalam karena dalam hal ini, apa bila Amin Mudzakir kelak menjadi seorang Pemimpin, tidak lupa dari mana dia berasal, dan itu harus tertanam menjadi suatu kebanggaan dalam diri, atau dalam istilah Sundanya, ” Teu Poho Kana Purwadaksi ” tutup Ase. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed