oleh

Sungai Cipamokolan Dangkal dan Sempit ” Harus di Keruk ” Sampah Kiriman

Bandung, Matainvestigasi.com — Sungai Cipamokolan cukup dangkal dan alami penyempitan, saat di konfirmasi rabu 24-04-19 pukul: 09:15 wib, langsung ke posko subsektor 03 sektor 21. Dansub sektor Serma Yahuza tidak di tempat, menurut anggota di posko, sedang keluar, baru saja, tadi pagi ada stanby jam 08:00 wib, sedang monitor desa, pantau terkait penghitungan suara ” ungkapnya.

Sungai Cipamokolan panjang kurang lebih 2 kilo, dari tol tegalluar sampai ke muara tegalluar, batas desa buahbatu bojongsoang kabupaten bandung, kegiatan hanya pembersian sampah bataran sungai cipamokolan, dan giat sudah selesai, dari jam 08:00 wib, hanya hari ini cuma sampai jam 09:00 wib, biasanya sampai jam 12:00, karena sekarang bersamaan dengan adanya pemilu, ucap salah satu satgas.

Serda Tasmin dan Pratu Wahyu Ridwan, saat itu ada menjelaskan, ” dalam giat bersih sungai bersama warga, masalah sampah banyaknya kiriman dari kota lain, bila kemungkinan hujan dan banjir, atau bila pintu air yang di batas kota di buka, sampah kemungkinan bisa masuk, untuk lain-lain tidak ada kendala, tugas utama bersihkan sampah dan patroli, selain itu menanam tanaman bunga matahari, loa dan pengontrolannya, agar tetap terawat.

Dansektor juga sering lakukan pembinaan, dan cukup di kenal keberadaannya, untuk masyarakat yang ikut bebersih sampah di bayar 90 ribu, tanaman sudah di kirim, dan saat ini tinggal pemeliharan saja, warga yang bantu 7 orang, dan asli ciputat, seminggu 2-3 kali untuk giat patroli, tanaman hanya tinggal perawatan saja, dan terus di pantau ” ungkapnya.

Warga menjelaskan, Daud yang setiap hari di bantaran ” tentara memang sering bebersih di sungai ini, hanya mengambil sampah plastic biasa saja, seperti kemarin juga sama, sungai cipamokolan gak ada sampah yang numpuk, biasanya juga lewat saja, kadang di bantu dengan yang biasa, yah ambil masyarkat buat beberes, sungai ini mah selalu seperti ini saja, paling juga cuma di kontrol biasa saja, tidak seringlah, seminggu 2x ” jelasnya.

Lanjut dia ” tiap hari saya di sungai, karena sibuk garap kebun, nanam kangkung di bantaran, sebulan sekali panen di jual ke gedebage, lagian warga bantaran sini sibuk masing-masing, yah usaha sendiri buat bata, yang biasa dengan satgas juga warga sini, tapi yang sudah biasa bantuinlah, kadang komandannya datang ngontrol dengan anak buahnya, dan titip tanaman loa, jangan di tebang.

Saya yang bodoh, Harapan saya (daud), karena saya asli orang sini, seharusnya sungai di leberkan 2x lipat, biar aman banjir bisa teratasi, karena dulunya kantong air, yang sekarang sudah banyak di urug dan jadi bangunan, kaya cieunteung saja gak ada funginya, banjir kemarin banyak rugikan petani, sawah pada gagal panen ratusan hektar, jadikan petani sukses, itu baru hebat, bila air datang seperti kemarin, ngerilah, derasnya air sampai meluap ” ucap daud. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.