oleh

Dansektor 22 Geber Di Hadapan DLH, Yasako Akui Limbah Lumpur Sludge Berserakan

Bandung, Matainvestigasi.com — Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung yang berlokasi Jl. Sadang Tengah No. 4 & 6, Sadang Serang Bandung Ibu Soegiharti Kepala Seksi Penyeselesaian Pengaduan Lingkungan, gelar rapat bahas Pt Yasako yang di duga melakukan pencemaran lingkungan, khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Citepus yang masuk ke kabupaten bandung, hadir dari pihak kewilayahan dari Kelurahan Wates, Kecamatan Bandung Kidul, Pihak Yasako, Dansektor 22 dan Polrestabes Bandung Kamis (09/05).

Dansektot 22 Kol Inf Asep Rahman Taufik ” Yasako ini cukup lama membuang limbah cair yang di olahnya ke tanah atau rawa, dan mohon maaf juga limbah domestic karyawannya saja banyak buang di kebon, jadi sela penangan citarum yang sudah setahun dua bulan ini harus serius, kita satgas citarum ini sifatnya mengawal, dan jangan sampai satgas yang 7 tahun ke depan sudah selesai, kelakuan lama timbul lagi, jadi harus ada percepatan, penataan daerah aliran sungai, walaupun hasil cek air limbahnya di angka 7, tetap yasako harus bisa lakukan perbaikan secepatnya.

Dulu memang penanganan bukan 22, hanya lokasinya saja, tapi pencemarannya ke kabupaten bandung, dan banyak laporan warga ini masuk, jadi jangan ada main – main terkait Prog Pusat tentang Citarum ini, kita tentara hanya mengawal Perpres No 15 Tahun 2018 Percepatan Penanganan Citarum, tentara sifatnya sementara saja, tapi yang lebih jelasnya adalah Dinas Lingkungan Hidup, karena tufoksinya ini, dan saya harapkan dinas ini lebih responsif dan ambil tindakan tegas para pelaku industri yang melanggar lingkungan, walau pelaku pencemaran bukan hanya industri saja, walaupun kasus yasako ini problemnya masa lalu, perbaiki tumpukan sludge yang berserakan tanpa atap, karena akan terbawa hujan dan mengalir keluar ” pungkas dansektor.

Dansektor 22 menambahkan ” Jangan beranggapan aliran sungai citarum ini tempat sampat atau tps. dan safety tank terpanjang sedunia, itu harus di rubah paradigmanya dan tolong segera perbaiki itu, termasuk tempat kotoran manusia karyawan yasako di perbaiki, jangan sembaranganlah, bau nya cukup mengganggu itu segera perbaiki, karena yasako cukup berantakan sekali tempatnya.

Pihak Yasako Ari Sunaryo dan Himawan, dulu pengolahan limbahnya 100% oleh Dharma Indra, tapi ternyata limbahnya tidak di kelola, saya tahu saat ada informasi dari Mabes Polri, sebenarnya limbah cair yasako itu warnanya merah, bukan hitam, namun begitu tahu bahwa limbah kita tidak di olah, yasako mengambil alternatif untuk kelola limbahnya sendiri, dan sisanya oleh MCAB, pengangkutan limbah dalam sehari 5 tanki, dan satu tanki muat 3 kibik, ” jelasnya.

Pihak Kepolisian Polrestabes Bandung dari Tipiter Unit 3 Ipda Ahmad Bonaldi dan Cecep angkat bicara ” kita dari polrestabes merespon laporan yang di duga ada limbahnya mencemari lingkungan, makanya kita melakukan sidak dan pengawasan, untuk limbahnya sendiri ada limbah cairnya yang ke buang ke depan atau keluar, karena itu mengganggu sekali, untuk katagori jelek kayanya terlalu kasar lah, mungkin kurang bagus olah limbahnya, ” ungkapnya.

Namun bila ada pembinaan dari dinas terkait, silahkan kami juga menunggu, sambil kita melihat untuk tindak pidananya, apakah memenuhi unsur, dan tetap mengawasi sampai kita menunggu hasil olah limbah yasako apakah sudah baik, karena yang di janjikan kemarin belum di berikan berapa angka, dan masih di telusuri, ” tutup ahmad bonaldi. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed