oleh

Krisis Moralitas dan Spiritualitas, Jadi faktor Yang Mengakibatkan Timbul Korupsi

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Pendapat Alamsyah SH Law Patner saat di temui di kediamannya Law Office Graha Rancamanyar Baleendah, tentang Korupsi ” kita mungkin perlu merenung tentang gerakan anti korupsi yang genderangnya di tabuh sejak Reformasi 21 Tahun silam (1998-2019), tapi korupsi masih saja menjadi pemberitaan di berbagai media (02/07).

Alamsyah SH

Menurutnya ” Korupsi adalah bencana terbesar Bangsa ini, Korupsi sangat menghambat negara ini dalam merealisasikan potensi ekonomi dan menyebabkan ketidak adilan yang signifikan di dalam masyarakat, Pejabat yang korup tidak pernah jera untuk korupsi, membuat kita geleng-geleng kepala dan sangat prihatin ” ungkap Bang Alam saat di temui.

Lanjut dia ” Berbagai upaya Pencegahan Korupsi telah di lakukan Pemerintah melalui berbagai Regulasi seperti, Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi (Perpres 55 Tahun 2012), Undang-undang tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU 14 Tahun 2008), dan Regulasi lain yang menunjang Pemberantasan Korupsi.

” Jika di ibaratkan perang ” perang melawan korupsi saat ini di nakhodai oleh Presiden Jokowi untuk 5 tahun mendatang sebagai Presiden terpilih dalam Pilpres 2019 lalu.

Jika menggunakan Alibi Konstitusional, jabatan presiden sesungguhnya di daulat bukan hanya sebagai Kepala Pemerintahan, tetapi juga sebagai Kepala Negara, dimana negara saat ini sedang memerangi Korupsi.

Di samping peran Pemerintah dalam memerangi Korupsi, partisipasi masyarakat juga menjadi hal yang sangat menentukan dalam pemberantasan korupsi, sebagai kontrol sosial. Dimana masyarakat dituntut harus mampu untuk melihat dan menganalisis korupsi yang terjadi di sekitar mereka.

Jika kita berbicara masalah hukuman bagi para koruptor, ancaman hukuman penjara ternyata tidak membuat gentar kalangan pejabat korup tersebut, karena ketamakan dan keserakahan mereka akan harta. Kalau kita lihat dari segi kehidupan ekonomi, secara kasat mata hampir semua Pejabat yang korup itu adalah orang yang berkecukupan kebutuhannya.

Bila begitu apa sih sebenarnya yang menjadi faktor mereka tidak pernah jera melakukan Korupsi,? Meski sebagian besar para koruptor sering mengucapkan di bibir sangat peduli masyarakat dan cinta tanah air, namun tetap saja mereka melakukan Korupsi.

Hal inilah menurut pandangan saya bahwa Krisis moralitas dan spiritualitas menjadi faktor utama yang mengakibatkan timbulnya sifat serakah dan tamak, untuk mereka melakukan Korupsi. Yang mereka pikirkan hanya menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu dengan dalih Kepentingan Rakyat ” tutup Bang Alam. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed