oleh

Nanjung Gudang Rongsok Penebar Ranjau, Cemari Citarum, Pejabat Kenal Saya

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – PD.Sumber Makmur Gudang Rongsok yang menampung plat, plastic, sampah dan memproduksi kaleng sampai penampung minyak jelantah yang di duga akan di daur ulang pakai rigen bimoli, dan tidak memiliki Tempat Penampung Sampah (TPS), di duga kuat telah mencemari sungai citarum. Gudang yang berlokasi di Jl. Terusan Nanjung Margaasih No 38a Rt 01/04 Desa Nanjung Kecamatan Margaasih sudah beroperasi selama 20 tahun lebih (06/07).

Saat di konfirmasi langsung, Casiyo selaku pemilik menjelaskan ” ini memang milik saya, kalau yang minyak jelantah punya edi, dia beli lahan di saya, saya sudah puluhan tahun beroperasi, dan sempat kolep, karyawan saya lebih dari 30 orang, mereka tidak saya daftarkan BPJS, karena mereka di bayar borongan ” ucapnya.

Pemilik Gudang

” saya tahu program citarum, dan usaha saya tidak ada pencemaran lingkungan, dulu dinas pernah meninjau, dan satgas juga meninjau ke sini, dari babinsa juga ada, tapi saya tidak masalah, tidak mencemarkan lingkungan, sampahnya juga masih di pakai, kita cuci pakai sabun ABS, kimia yang tidak boleh.

” Untuk dedek minyak jelantah, kita kasih buat pakan ternak bebek, ikan lele dan ternak lainnya. Palstik yang di giling atau kaleng, saya taruh pinggir sungai sementara, karena masih di pakai lagi, sekilo dua kilo mah biasa lah gak banyak ke buang ke citarum.

Lanjut dia ” Silahkan saja laporkan bila saya melanggar, karena saya tidak merasa cemari lingkungan, saya banyak kenal pejabat, dan jendral juga kenal, siapa yang tidak kenal saya, maaf saya ini mantan napi ” ucap casiyo.

Edi yang saat itu ada, menambahkan ” ya saya akui saya paham aturan dan saya mengerti, memang saya hanya bisa bayar borongan, dan saya tidak daftarkan bpjs, kita juga sedang proses Pd ke Cv, tapi bila mereka sakit, saya bawa berobat, kita yang bayar, saya rasa usaha saya legal, dan masalah pencemaran citarum, mungkin tidak juga ” pungkasnya.

Terlihat cukup jelas di lokasi gudang rongsok ini, banyak sekali sampah, hasil olah plastic, dan daur ulang minyak jelantah yang akan cari sungai, karena hasil cuciannya juga di buang ke sungai, sekali cuci 1 ton 2 kali seminggu. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed