oleh

Izin IPLC PT Anggana Kurnia Putra Mati, Berdalih Sedang Proses Di Perizinan

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Pt. Anggana Kurnia Putra (AKP), yang berlokasi di Mekarsari No.2 Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang – Baleendah. Pernah Tertangkap tangan buang limbahnya ke sungai citarum pada tanggal 18/06 lalu, dan sempat di sidak oleh Dinas Lingkungan Hidup Soreang, Badega, dan Satpol Pp Kecamatan Baleendah (20/07).

Saat di konfirmasi Siti Mulyani Personalia Anggana menjelaskan ” saya akui, benar buang limbah, dan selalu di buang ke sungai, tapi itu sudah melalui proses, memang warnanya coklat, tapi PH nya sudah sesuai dengan baku mutu ” ucapnya.

” Bisa saja limbahnya kita buang warna putih, tapi putih juga belum tentu aman, malah lebih berbahaya, karena kuatnya campuran kimia.

Penjelasan Dlh soreang via whatsapp membenarkan pihaknya sidak ke Anggana ” yah benar setelah kejadian tanggal 18 esoknya kita sidak, Rojul turun langsung meninjau Anggana dengan Satpol Pp Kecamatan Baleendah, sesuai dengan laporan, dan kita cek juga PH nya 7 masih sesuai baku mutu, airnya dengan warna kemerahan, dan masih kita lakukan cek di lab.

Mul dan Siti menjelaskan ” limbah kita warna coklat, yang merah itu rembesan dari bak yang belum di proses, dan bercampur dengan limbah yang di buang, tapi gak banyak, dan saat ini sudah bagus tidak rembes lagi, masih aman lah.

Siti menambahkan, ” kami sedang lakukan penambahan debit air, tapi bila harus di perlukan ukl/upl baru kita buatkan, bila tidak di perlukan yah tidak, karena kita juga sedang tunggu konsultan untuk buat itu, saya sendiri tidak tahu alasannya, kenapa IPLC kita tidak bisa di proses, atau karena kita kena sanksi, tapi itu sudah lama juga ” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan ” kita belum punya perpanjangan Ijin Pembuangan Limbah Cair (IPLC), karena sejak pengajuan tahun 2015 untuk di perpanjang belum juga usai, bahkan tahun 2017 kita ajukan lagi dan sampai sekarang belum juga selesai, cape juga urus IPLC, jadi kita beroperasi tanpa izin IPLC sekarang, dinas juga sudah tahu kok ” ungkapnya.

Jelas Anggana Mengangkangi aturan UU No.32 Tahun 2009 tentang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai pengganti UU No. 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup. Dinas terkait, dalam hal ini harus bisa melakukan ketegasan, karena jelas kejanggalannya, kenapa bisa beroperasi sememtara izin saja belum di penuhi secara aturan. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed