oleh

Mabes Polri Dengan DLH Kolaborasi Satgas Sektor VI Sidak Cv Tesco, Diduga Izin Belum Lengkap Wajib Hadir Penuhi Panggilan

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Tipiter Mabes Polri dan Lh Soreang bersama Satgas Citarum Sektor VI berkolaborasi lakukan sidak ke Cv. Tesco Tegalluar Bojongsoang di Jl. Industri Km 1. Saat di sidak sedang tidak produksi, dan pihak pabrik agak terkejut dengan adanya sidak dadakan yang tiba – tiba masuk pabrik tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu (23/08).

Team sidak di sambut oleh M. Arief Alwi selaku konsultan, dan Ngatijo selaku kepala produksi pabrik. Team 5 orang Tipiter Mabes Polri, Dlh 3 orang, Badega 2 orang, dan 3 orang satgas citarum. Mereka berkeliling memantau pabrik dan mengontrol air limbah cv tesco, serta pengangkutan Limbah Fly Ash yang di muat ke truck dan sudah di packing pakai karung.

Limbah Fly Ash

Ipda Wahyu Hidayat SH mempertanyakan pada Arief tentang kelengkapan dokumen perizinan pabrik washing garment, ” siap saya perlihatkan, kita lengkap semua pak. Setelah berkas semua diperlihatkan, ternyata masih banyak kekurangannya.

Arief kembali menjelaskan ” semua ada pak, saat ini tidak bisa diperlihatkan, karena ada di kantor pusat, nanti saya siapkan copy nya, hanya saja kantor jauh dari sini.

M. Arief Alwie

” saya siapkan dokumen yang lainnya, manifes pengangkutan limbah fly ash juga ada, dan kontrak bersama angkut limbah juga ada, termasuk hasil lab terakhir kita bagus pak ” ucap arief.

Iptu Semmy Tipiter Mabes Polri menjelaskan pada Arief dan Ngatijo ” bapak berdua datang ke jakarta dan wajib. Tidak harus bosnya, cukup bapak berdua saja, dan bawa kelengkapan dokumennya, harus datang ” tegasnya.

Saat diminta keterangan Rojul Pihak Dlh sendiri mengatakan ” untuk saat ini cv tesco tidak sedang beroperasi, dan sudah dilepas segelnya, hanya saja ini sidak pengolahan ipal dan kelengkapannya, selebihnya dengan pa robby.

Satgas Citarum, Dansub Tegalluar Sertu Budianto mengatakan ” dengan adanya kolaborasi ini, jelas sangat membantu sekali, biar sama – sama bekerja dalam menjalankan program citarum yang menjadi Program Presiden dan tertuang dalam Perpres No 15 Tahun 2018 ” pungkasnya.

Terlihat jelas pabrik tersebut sedang menaikan limbah fly ash ke truck, dan cukup ironis pekerjanya tidak dilengkapi K3, dengan armada sewaan pihak luar, patut untuk di curigai bahwa ada keganjalan terkait manifes tanpa diperlihatkan dokumen dari Kemenhub. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed