oleh

Apa Kabar Proyek Normalisasi Sungai BBWS dan Curug Jompong, Kab Bandung Kembali di Kepung Banjir

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Pasca Hujan kamis malam yang cukup deras mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, salah satunya wilayah Kecamatan Bojongsoang. Banjir menggenangi beberapa desa seperti halnya Tegalluar, antrian pengendara antri disisi jalan untuk mengintai air banjir yang menggenangi jalan cukup dalam sedengkul orang dewasa, karena di khawatirkan kendaraannya mogok (24/01).

Menurut pengendara R2 “bila sudah musim hujan terus menerus jadi banjir, bikin bingung jalan mau lewat mana, karena banyak wilayah yang banjir. Apalagi hujan tadi malam cukup lama sampai subuh, bila sudah begini yah terima nasib saja, semoga kedepannya tidak banjir lagi, biar musim hujan juga aman dan perjalanan jadi lancar, tidak seperti sekarang macet “ungkapnya.

Warga sekitar mengatakan ” mun geus kie mah kamarana oge hese kudu babanjiran bari jeung motor oge mogok, sekolah oge liren, iraha te banjir lembur teh mun hujan lami pasti we banjir (bila sudah begini kemana-mana juga susah harus banjiran motor juga mogok sekolah libur, kapan tidak banjir kampung bila hujan lama) “keluhnya.

Seperti biasa cijagra dampak yang terdalam terendam banjir mencapai 1 meter. Namun belum terdengar warga yang mengungsi sampai saat ini, di perkirakan air masih terus naik ke permukaan akibat meluapnya sungai citarum, namun pantauan sampai saat ini sungai citarum oxbow perbatasan tiga kecamatan, bojongsoang, baleendah, dayeuhkolot masih dalam titik aman, air sungai masih di bawah TPT.

Dansektor 6 Kol Arh Dodo Irmanto, terkait situasi banjir diwilayahnya menjelaskan “memang masih ada beberapa wilayah di Sektor 6 yang terendam banjir akibat hujan tadi malam (23/01/2020), kami terus melakukan pemantauan bersama dengan aparat kewilayahan setempat, namun karena saat ini terjadi banjir di Ds. Citeureup, Bojongsoang, Tegal Luar dan Kel. Baleendah, tentu kami lebih ekstra lagi dalam melakukan pengawasan”.

Jl. Inspeksi oxbow

“Saya perintahkan kepada anggota Sektor 6, selain tetap melaksanakan tugas seperti biasa, bila dibutuhkan anggota juga harus siap membantu kesulitan warga, sampai saat ini anggota Sektor 6 masih terus monitor wilayah yang terendam banjir dan melaporkan perkembangannya setiap saat, dan alhamduliilah untuk kondisi sungai Citarum, walaupun arusnya deras tapi ketinggian air masih dibawah pembatas tanggul, untuk jalan inspeksi saat ini tidak terendam” jelasnya.
” Kami juga siap dalam mengevakuasi warga bila ada rumah warga yang memang sudah tidak kondusif ditinggali karena terendam banjir, sampai saat ini anggota satgas di lapangan masih terus monitor wilayah yang terendam banjir khususnya, dan terus ditunggu laporannya, untuk kondisi sungai masih dibawah pembatas tanggul airnya, arusnya juga deras, sebelumnya jalan inspeksi penuh air, saat ini aman “jelasnya.

Seharusnya Proyek Pemerintah Normalisasi Sungai Citarum harus bisa berfungsi maksimal, khususnya dalam menghadapi hujan lebat yang akan mengakibatkan banjir besar seperti tahun – tahun lalu dan saat ini, namun fakta dilapangan meluapnya air sungai citarum bisa jadi ancaman besar untuk warga sekitar, karena banjir siap kapanpun hadir tanpa diundang dan mampu tenggelamkan daratan. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed