Batas Kota Bandung, PSBB Pertama di Mulai Warga Bingung Melintas

oleh

Bandung, Matainvestigasi.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama di mulai banyak warga sekitar melintas kebingungan ketika di periksa oleh Petugas Gugus Tugas Perbatasan Kota Bandung dan Kab Bandung, tepatnya Gedebage dan Tegalluar Bojongsoang. Terlihat warga yang bingung saat di periksa (Check Point), khususnya yang tidak membawa KTP dan memakai masker dalam moment pencegahan covid 19, rabu (22/04).

Pertama di periksa petugas adalah suhu badan pengendara, ketika di tanya warga yang tidak membawa identitas dan masker mengatakan, “karena buru-buru saya lupa membawa KTP dan memakai masker, karena saya tinggal tidak jauh dari sini, dan keperluan saya menjemput keluarga “ungkapnya.

Petugas di lapangan mengambil sikap tegas bila tidak membawa KTP, “lain kali identitas itu di bawa mas, dan bila boncengan bawa semua karena itu aturan, bila tidak memakai masker atau tidak punya kita akan kasih, demi keselamtan bersama karena saat ini PSBB awal di mulai, “kata petugas sambil tertawa.

Kasat Binmas Polrestabes AKBP Hermansyah selaku Pawas di tapal batas mengatakan, “kami satuan tugas gabungan TNI-Polri hari ini adalah pertama PSBB di mulai, dan kita sebagai gugus tugas di sini memaklumi mereka juga karena hal ini memang pertama terjadi di kita, tapi kita juga lakukan ketegasan bila memang warga atau pengendara yang melintas itu tidak membawa identitas “jelasnya

“Buat R2 yang boncengan harus memakai helm dan bawa identitas lengkap, jangan lupa sarung tangan dan pakai masker, bila tidak punya masker kita akan kasih free untuk di pakai demi keselamatan dan keamanan bersama agar program pemerintah khususnya bandung perwal no 14 tahun 2020 dalam pencegahan covid 19 bisa berjalan lancar “jelasnya.

“Untuk R4 juga pakai masker, depan satu tengah satu belakang satu bila mobil keluarga, tidak boleh dekat, untuk ojol tidak boleh bawa penumpang hanya barang saja dan jangan lupa tadi, sarung tangan dan masker harus di pakai. Himbauan saya saat ini warga jangan panik tetap jaga kesehatan, bila tidak berkepentingan lebih baik diam di rumah saja “tutup hermansyah. (chox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *