oleh

Pertanyakan Penyedia Jasa Pt Luxindo Putra Akan Masuk Blacklist, Proyek Disnakertrans Jabar 2019 Mangkrak

Bandung, Matainvestigasi.com – Terkait bangunan Disnakertrans Jabar yang mangkrak pada tahun 2019 yang dikerjakan PT. Luxindo Putra Mandiri berdasarkan hasil audit dari Konsultan pekerjaan tersebut hanya mampu diselesaikan 33 % hingga akhir Tahun, dan saat ini bangunan tersebut terkatung – katung, masih jadi PR suram dan teka teki. Saat di mintai keterangan langsung di kantor Disnakertrans Jabar yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No.532, Sekejati, Buahbatu, Kadisnakertrans Drs. Mochamad Ade Afriandi M.T, Sekdisnaker H. Agus E Hanafiah, S. Sos dan PPK Yanu Krisdiyan siap memberikan keterangan, jumat (08/05).

Pembangunan Gedung Disnakertrans di kerjakan oleh Kontraktor PT. Luxindo Putra Mandiri menggunakan sumber dana APBD tahun 2019. Dengan nilai kontrak cukup fantastik sebesar Rp. 6.542.726.056,- dan waktu pelaksanaan 84 (hari) kalender memakai Konsultan Perencana Cv. Griya Loka Konsultan dan sebagai Konsultan Pengawas Cv. Rajaya Rekayasa. Terlihat jelas di lokasi proyek sudah tidak ada lagi pekerjaan alias mangkrak.

Kadisnaker Drs. Mochamad Ade Afriandi M.T menjelaskan, “benar bangunan tersebut tidak selesai dan saya tidak berikan perpanjangan, karena melihat bangunan yang hanya mencapai 33% setelah di analisa, dan apa jaminan buat saya bila saya perpanjang kembali, saya tidak mau ambil resiko dalam hal ini, karena semua jajaran saya tidak boleh ada yang bermain terkait proyek.

Awalnya minggu pertama kedua ketiga bagus, lanjut dia “namun kenapa kesininya gak bagus bahkan cendrung tidak mampu mengejar keterlambatan, padahal Pt tersebut sudah berpengalaman, bahkan mengerjakan beberapa proyek termasuk gedung sate. Padahal proyeknya besar – besar, lalu kok bisa gedung disnakertran tidak selesai.

“Bila harus di pertanyakan terkait profesional atau tidaknya PT. Luxindo Putra di Barjas, karena proses lelang dan tendernya ada di sana, kita tidak mengikuti itu dan tidak ada kewenangan dalam hal ini, jelas yang mengetahui profil Perusahaan di sana, bukan saya, kita hanya di konfirm bahwa pemenang tender adalah PT. Luxindo, terkait pengawasan dari TP4D kenapa dari Kajari kota Bandung saya tidak tahu tanyakan langsung ke Penyedia jasa.

Dirinya menambahkan, “saya juga baru menjabat sebagai Kepala Dinas bulan maret 2019, semua perencanaan sudah selesai saya tinggal melanjutkan saja. Jajaran kita sudah bekerja, bila tidak ada laporan saya tidak akan tahu mangkraknya proyek ini dan kami juga sudah menerima surat dari Inspektorat terkait tentang penetapan daftar hitam kepada PT. Luxindo dan akan berlaku efektif 08/05/2020 dan lama sangsi 1 tahun “ungkap Ade.

Ketika orang nomor satu disnakertrans jabar tersebut ditanya kapan akan ditayangkan secara nasional daftar black list PT.Luxindo di Portal LKPP, dia mengatakan belum tahu dan menunggu suratnya turun hari ini dari Ispektorat “tutup Ade. (chox)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed