Siaga Desa Makarti Antisipasi Banjir Susulan, Prajurit TNI Stanby

oleh

BONTANG, Matainvestigasi.com – Sebanyak 20 prajurit TNI bersiaga di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar). Lantaran banjir susulan masih mengintai kawasan tersebut. Ada sekitar 1.603 warga terdampak dan 6 rumah rusak parah akibat terjangan banjir, Jumat (22/5/2020).

“Ada 20 personel Koramil Muara Badak dan Kodim yang siaga di lokasi. Mewaspadai banjir susulan, apabila hujan turun lagi hari ini,” tutur Komandan Kodim 0908 Bontang Letkol Arm Eko Pristiono, Sabtu (23/5/2020).

Setidaknya personel TNI tersebut bakal bertahan hingga 2 hari ke depan di kantor BPU Desa Makarti, hingga banjir benar-benar surut.

Mereka juga membantu warga menormalkan kembali lingkungannya usai banjir merendam rumah mereka.

“Saat ini air sudah mulai surut, personel kita monitoring terus, kami akan terus berada di sana sampai kondisi pulih, atau sekitar dua hari lagi,” jelas Dandim.

Untuk jalan poros sudah bisa dilalui kendaraan. Kendati demikian, permukiman warga masih dikepung banjir.

Selain membantu evakuasi warga yang terjebak banjir, mereka juga membantu menyalurkan logistik kepada warga terdampak banjir.

“Ada bantuan dari TNI, kecamatan dan masyarakat yang sudah kami salurkan. Semoga tak turun hujan lagi, agar bisa menikmati lebaran dengan tenang,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, jelang Idul Fitri, warga di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur harus berjuang melawan banjir.

Hujan deras sejak dini hari, membuat Desa Makarti, Marangkayu terendam banjir hingga membuat rumah warga rusak parah.

Sekira 1.603 warga Desa Makarti, Marangkayuterdampak banjir jelang Idul Fitri.

Bahkan banjir menyebabkan akses jalan Samarinda-Bontang sempat terputus, Jumat (22/5/2020).

Tampak di lokasi Dandim 0908/Bontang bersama Danramil 02/Muara badak masih menyisir di wilayah berdampak banjir. Sementara terlihat para prajurit TNI AD Kodim Bontang turun ke lokasi, salah satu Sertu Harsono Laksani anggota Babinsa desa Makarti, masih membantu warga pakai Ban sederhana mengevakuasi ke tempat yang aman dan dataran lebih tinggi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *