Kelompok Preman Masih Teror Korban, Police Line Unik Tali Plastic Pertanyakan Kinerja Profesional Sebagai Polisi

oleh

Garut, Matainvestigasi.com – Penyerangan rumah Dewan Redaksi Pena oleh segerombolan preman yang menyebabkan rumah tinggal porak porandan mengisahkan rasa trauma yang teramat dalam, pasalnya teror tersebut masih saja berlanjut sejak satu pekan di laporkan oleh korban. Korban dan keluarga terpaksa mengungsi, bahkan teror juga berlanjut pada kediaman keluarga korban yang lain. Tina selaku korban penyerangan brutal yang berencana itu mengatakan, ”bagaimana tidak takut, mereka ramai – ramai menyerang dan meneror keluarga kami semua, seakan belum cukup satu rumah dan seisinya mereka hancurkan, kejadian ini sudah kita laporkan, tapi teror masih ada pada keluarga kami yang lain ”jelasnya, jum’at (18/09).

“Satu rumah dua lantai kami yang berlokasi Batulawang Rt6/09 Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora di hancurkan dengan menggunakan senjata tajam dengan membabi buta lebih dari 30 orang, bahkan ada juga yang membawa pistol, beruntung kami dan keluarga selamat dan mengungsi sampai saat ini, belum cukup juga mereka mengincar keluarga kami yang lain dan mendatangi kediaman mertua saya dengan bekeliling “tambahnya.

Tetangga sekitar rumah menambahkan “benar rumahnya bunda di hancurkan oleh sekelompok orang, bawa batu, sajam, linggis dan ada juga yang bawa pistol pakai masker, sejak masuk gang depan mereka sudah berteriak menyebutkan kebon binatang dan mencari orang, kendaran mereka di parkir di depan sana, namun karena takut kita tutup pintu, karena gerombolan tersebut seperti kesetanan, ngamuk gitu dan hancurkan rumah, semoga ini cepat beres agar kembali aman, kalau begini kita jadi takut “ungkapnya.

Tampak jelas rumah lengkap dengan perabot yang porak poranda itu, bahkan keterangan lanjut tetangga sekitar, ini sudah di periksa dan di satangi polisi setempat. Tina selaku korban juga membenarkan, tali plastik yang di pasang polisi sebagai police line, dan itupun minta ketetangga “katanya. (chox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × one =