Bos Minang Asrilia Hotel, Eluhkan Tindakan DLH Jabar, Asril : Saya Terima dan Jangan Cuma Saya Saja

oleh

Bandung, Matainvestigasi.com – Penindakan sanksi tegas yang di lakukan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat bersama Satgas Citarum Harum Sektor 22, untuk menutup sementara saluran pengolahan limbahnya yang kotori sungai. Hotel Grand Asrilia Bandung yang berlokasi di Jl. Pelajar Pejuang 45 No.123, Turangga, Kecamatan Lengkong ini dianggap kurang maksimal dalam mengolah limbahnya, dan kesempatan yang diberikan juga sudah lewat tenggang waktunya 45 hari untuk perbaikan, Kamis (04/03).

Asril Pemilik Hotel Grand Asrilia satu – satunya Bos Minang ini mengeluhkan “seharusnya saya di beri kesempatan waktu lagi, bukan begini caranya datang tidak di beri tahu dan main tutup saja salurannya, saat ini kan sedang di lakukan perbaikan dan memang belum beres.

“Saya ini kurang paham dalam hal yang seperti ini, harusnya dari pihak dinas dan satgas bisa berikan tenggang waktu lagi, karena 45 hari itu tidak cukup, apa lagi inikan pandemi. Untuk urus izin juga tidak gampang saya harus rubah akte dan memang ini perusahan keluarga, ada anak saya yang di luar negri sana harus urus ini dan itu, jadi masih belum cukup waktunya.

“Saya akui ada kekurangan antara IMB dan UKL/UPL nya, dan sedang di perbaiki karena sekarang ini sistim OSS online dan belum di daftarkan, karena memang kita ada kesulitan. Itulah yang menyebabkan ini belum selesai, saya buka usaha bukan ilegal ada semua izinnya memang harus ada yang di perbaiki dan itu tidak mudah, Asril sambil meghela nafas.

Saya dengan LH dan satgas memang belum laporan resmi dalam proses yang saya kerjakan, tapi pemberitahuan lewat WA ada infonya saya kasih tahu, dalam melakukan perubahan di masa pandemi ini kan sulit, coba dari dulu di kasih tahunya pasti sudah selesai saya urus, tolonglah jangan kasih waktu yang singkat di masa pandemi ini, karena orang dinas itu banyak sekali alasannya “ungkap Asril.

“Saya terima saja di cor meski kecewa, padahal saya sedang melakukan prosesnya dan sudah menyiapkan berkas yang harus di perbaiki. Saya harap bisa di pahami dan mengerti jangan karena miss komunikasi di perlakukan seperti ini, saya juga peduli citarum dan sebagai pendiri Institut Citarum juga, kasih saya waktu sampai pandemi selesai “tutup Asril. (Chox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *