oleh

Praktek Bejat SPBU 44.561.03 Jual Solar ke Truck Modifikasi Untuk Industri Harus Dihentikan

Kab Magelang, Matainvestigasi.com – Maraknya permainan BBM jenis Bio Solar di Jawa Tengah khususnya pada Pom Bensin SPBU 44.561.03 yang berlokasi di Jl Raya Magelang Secang, seolah lepas dari pantauan yang berwajib. Diduga ada indikasi permainan dan keterkaitan satu dengan lainnya. Bio Solar di curah langsung pada mobil truck dengan cara memasukan sekaligus dua selang bersamaan, dan isinya akan di jual untuk pelaku ndustri lokal, Minggu (05/09).

Awalnya pihak pom bensin <span;>Tri Suhani selaku pengawas SPBU mengelak, “ini tidak mungkin karena kita tau akan aturan, yang namanya pom bensin jenis solar subsidi tidak boleh di jual sembarang, apa lagi ada mobil truck yang isi sekaligus pakai dua selang dengan nominal pembelian sampai 3jt, wong kita juga di awasi lewat monitor cctv yang langsung ke pengawasan, saya rasa tidak mungkin, “ucapnya, saat diwawancarai langsung kamis 19/08/2021.

Setelah melihat video hasil tangkapan, dirinya hani memanggil salah satu karyawan operator M Syafif untuk dimintai keterangan. Barulah dia mengakui ada kesalahan, dan meminta untuk penjelasan. M Syarif yang saat itu memang sebagai operator SPBU melayani pembelian Bio Solar pada truck modifikasi dengan memasukan dua selang sekaligus dengan pembelian 3jt.

Syarif mengatakan, “benar saat malam itu saya operatornya dan yang melakukan pengisian pada truck tersebut, setiap 1 tonnya saya ada lebih 150 ribu. Ini memang sudah berjalan 2 tahun, dan sucah biasa isi di SPBU ini, bahkan pihak SPBU juga kenal dan tau, belum pernah ada teguran keras bila ada pengisian seperti itu, “jelasnya.

“Sekarang saya paham bahwa itu tidak boleh, dan kalau bisa saya minta maaf karena telah melakukan kesalahan tersebut.

Sangat disayangkan Peter Pemilik SPBU 44.561.03 saat dimintai keterangan lebih lanjut tidak mau hadir, bahkan dinilai cendrung cuci tangan dan ingin menumbalkan operator sebagai karyawannya untuk menghadapi wartawan yang ingin konfirmasi lebih lanjut. Berulang kali diminta hadir oleh pengawas, menyampaikan bisa bisa saja, tapi tak kunjung jua nongol. Banyak sekali alasan, sampai berita ini ditayangkan. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.