Sekda Inginkan BUMD Jabar Berikan Kontribusi untuk PAD

Bandung, Matainvestigasi.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengumpulkan pimpinan BUMD Jabar di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (13/6).

Hal ini dilakukan menyikapi hadirnya Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) yang akan segera diberlakukan sehingga para pimpinan BUMD Jabar diberikan penjelasan.

Terbitnya UU tersebut, kata Setiawan, merupakan situasi yang membutuhkan pemahaman baru dan perlu disikapi oleh para pimpinan BUMD Jabar dengan tepat karena sedikitnya UU tersebut mengubah struktur terkait dengan pendapatan pemda provinsi.

Bazaar Depan Masjid Al Jabbar Diduga Tak Berizin, Pohon Yang Tumbuh Pinggir Jalan Dipangkas, Program Citarum Tak Dilirik

“Undang-Undang ini akan berlaku efektif Januari 2024, namun ada beberapa item yang sejak tahun 2023 sudah berlaku dan harus menjadi perhatian BUMD Jabar,” sebut Setiawan.

“Oleh karena itu kami memandang bahwa ini harus terinformasi semua. Kurang lebih pendapatan provinsi diatur dalam salah satu pasal. Jadi ada sekitar 16 sumber-sumber pendapatan yang akan diperoleh oleh provinsi,” tutur Setiawan.

Adapun salah satu sumber pendapatan provinsi, ucapnya, di antaranya berasal dari aset yang dipisahkan.

Oleh karena itu BUMD Jabar menjadi salah satu yang perlu dioptimalkan untuk pendapatan.

Dengan demikian perlu strategi jitu agar BUMD Jabar tidak mendapati kerugian.

Lebih jauh lagi dapat menghadirkan dividen yang berarti bagi Pemda Provinsi Jabar.

“(Akan dibahas) seperti apa isu dan antisipasi yang akan kita lakukan,” ujar Setiawan.

Sementara itu, kepala Bapenda Jabar Dedi Taufik menyebut bahwa seiring berlakunya UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, maka diperlukan kajian agar potensi pendapatan daerah Jabar tetap dapat dioptimalkan.

“Di masa transisi kita sudah menyusun Rencana Pembangunan Daerah. Kita juga ingin mencoba mencari solusi, bentuknya kajian, kita mengekspos bagaimana keterkaitan kontribusi dari kekayaan yang dipisahkan yang di- create langsung BUMD,” tambah Dedi.

Sementara itu Asda 2 Pemdaprov Jabar Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik BS mengatakan, dividen bisa dialokasikan apabila perusahaan untung.

“Adapun laba yang didapat BUMD Jabar tentunya berkolerasi kepada pendapatan Provinsi Jabar terkait dengan bagi hasil,” tutur Taufik.

Untuk diketahui selama ini BUMD Jabar hanya Bank bjb yang mampu memberikan kontribusi pendapatan untuk Pemprov Jabar. (cok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *