KPK Lirik Laporan Dugaan Gratifikasi Dadang Supriatna

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna dilaporkan ke KPK atas tuduhan penerimaan gratifikasi. KPK pun menyatakan akan menelaah laporan tersebut, Jum’at (07/07).

Segera kami lakukan verifikasi,” kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (7/7).

Bila nanti ada dugaan pidananya, pasti kemudian kami tindak lanjuti,” kata Ali.

Bupati Bandung Dadang Supriatna merasa isu korupsi sengaja “digoreng” untuk menyerangnya, namun ia percaya para penegak hukum akan objektif.

“Saya sendiri menanggapinya biasa saja selama kita tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan, karena saya percaya kebenaran itu cepat atau lambat akan nampak dan dilihat oleh masyarakat,” kata Dadang, Jumat (7/7).

Sebelumnya juga, Dadang sendiri pernah dilaporkan oleh Aktivis Pemuda Bandung Raya ke KPK.

Dadang dituduh menerima gratifikasi berupa mobil mewah dan uang tunai miliaran rupiah dari proyek pembangunan Pasar Sehat Banjaran.

Dadang saat itu juga membantah, dan menyebut bahwa hal tersebut adalah fitnah. Ia pun meminta agar warganet tidak langsung mempercayai tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Dadang pun kini kembali dilaporkan ke KPK atas dugaan yang sama, yaitu gratifikasi.

Lalu, berapa sebenarnya harta kekayaan yang dimiliki oleh sosok Dadang Supriatna,?

Mengutip dari Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dadang Supriatna tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 8.884.850.872 pada periode 2021.

Kekayaan sebesar Rp 8,8 miliar ini sendiri mengalami penurunan dari harta kekayaannya pada tahun 2019.

Pada tahun 2019, Dadang diketahui memiliki kekayaan senilai Rp 8.924.950.000.

Dari seluruh harta kekayaan yang dimiliki Dadang, harta dengan nilai tertinggi berupa tanah dan bangunan senilai Rp 6.607.250.000.

Ia diketahui memiliki beberapa petak tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Tak hanya itu, kader Partai Golkar yang beralih ke PKB ini juga diketahui memiliki beberapa kendaraan alat berat seperti ekskavator dan buldoser.

Ia juga memiliki mobil dan motor dengan total nilai kekayaan alat transportasi dan mesin sebesar Rp 2,65 miliar.

Selain itu, Dadang juga memiliki harta bergerak senilai Rp 100 juta dan kas setara kas sebesar Rp 696 juta.

Nama Dadang pun sempat disebut-sebut sebagai salah satu pejabat di Jawa Barat dengan harta terbanyak. Terlebih lagi, ia memiliki harta berbentuk alat berat.

Kini, pihak KPK sedang menganalisis dan menyelidiki laporan yang ditujukan kepada Dadang Supriatna dan mencari tahu apakah ada hubungannya dengan laporan gratifikasi yang sempat dilaporkan oleh Aktivis Pemuda Bandung Raya beberapa waktu lalu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *