Ratusan Warga Cimahi Keracunan Massal, Diduga Akibat Makanan Saat Reses Dewan

Cimahi, Matainvestigasi.com – Ratusan warga diduga keracunan makanan saat mengkonsumsi nasi bungkus diacara reses anggota dewan. Sekitar 267 warga Kota Cimahi, Jawa Barat keracunan massal usai mengonsumsi makanan nasi kotak saat acara reses anggota DPRD Fraksi PPP di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah Sabtu kemarin, Senin (24/07).

Dikdik Suratno Nugrahawan selaku Pj Walikota mengatakan, usai kejadian sejumlah ambulance berdatangan untuk membawa para korban ke beberapa rumah sakit di antaranya RSUD Cibabat, RS Dustira, dan RS Mitra Kasih.

“Jumlah korban masih terus berubah-ubah karena keluar masuk rumah sakit. Korban terbagi di semua rumah sakit,” katanya.

Menurutnya, hari ini, para korban berangsur membaik namun tetap masih harus menjalani perawatan supaya benar-benar pulih. Untuk penanganan korban, pihak rumah sakit mengutamakan pelayanan terhadap orang tua dan anak-anak.

Umumnya, korban mengalami dehidrasi karena kerap mengalami muntah-muntah. “Untuk pasien yang masuk ke rumah sakit, sudah tertangani semua,” jelasnya.

Sementara itu Lurah Padasuka, Wachyana Meiliansyah menceritakan peristiwa yang terjadi di wilayahnya itu dihadiri sekitar 350 warga. Awalnya mereka antusias menghadiri acara reses anggota DPRD Kota Cimahi di wilayah RW 08 Kelurahan Padasuka.

Usai acara, warga menyantap nasi kotak yang disediakan pihak panitia. “Acara resesnya pada Sabtu kemarin, lalu mereka merasakan gejala pada Minggu pagi,” tuturnya.

Rata-rata korban mengalami gejala mual, diare, dan muntah secara terus menerus. Sehingga harus ditangani tim medis untuk dibawa ke rumah sakit agar korban tidak mengalami dehidrasi.

Dugaan sementara, warga mengalami keracunan makanan nasi kotak. Karena itu pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi tengah menyelidiki dan memeriksa kandungan yang ada di dalam nasi kotak tersebut.

“Memang kalau berdasarkan keterangan korban, itu dari makanan. Tapi untuk memastikan sampel makanannya harus diuji laboratorium, “tandasnya.

Informasi yang didapat di lapangan, sampai saat ini masih ada warga yang dijemput ambulance dan diantar ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *