Ketua Dewan Guru Besar Tersinggung, Geram Dianggap Suara Partisan, Prof Harkristuti : Orang Istana Jangan Asal Bicara

Bandung, Matainvestigasi.com – Ketua Dewan Guru Besar Prof Harkristuti Harkrisnowo dibuat geram ketika dituding sebagai bagian dari suara partisan terkait aksinya bersama sejumlah sivitas akademika UI yang menyampaikan kritik kepada Jokowi, Senin (05/02).

Momen itu terjadi ketika Prof Harkristuti Harkrisnowo dihadirkan sebagai narasumber beserta Wakil Komandan Relawan TKN Prabowo Gibran, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel.

Mulanya Noel menyoroti mengenai gerakan sejumlah guru besar dari sivitas akademika yang melontarkan kritik terhadap Jokowi.

Ia kemudian menuding bahwa ada kecenderungan dari akademisi yang merupakan dari partisan salah satu paslon.

Tudingan itu nyatanya membuat Prof Harkristuti Harkrisnowo tersinggung. Ia mengaku geram atas tudingan yang dianggap tak berdasar itu.

“Itu pertanyaan yang sangat insulting alias menghina buat kami. Kami itu guru besar mas, Kami tidak ada kepentingan untuk mendapatkan posisi tertentu mendukung paslon tertentu, tidak. Maaf kami orang yang sudah senior tidak ada kepentingan tertentu,” tegasnya seperti dikutip dari channel YouTube Metro TV, Sabtu (3/2/2024).

“Kami ingin Indonesia ini bangsanya menjalani proses demokrasi yang adil dan jujur jadi saya tersinggung sekali klo ada orang Istana yang menuding kami suara partisan. Tunjukkan! buktikan kalo kami suara partisan, kalo orang istana mau sembarangan kami akademisi bisa marah,” ungkapnya.

Lebih jauh Prof Harkristuti Harkrisnowo turut menyentil sikap para menteri Jokowi yang justru memperlihatkan secara terang-terangan keberpihakan pada paslon tertentu.

“Apalagi kami ini ASN diminta untuk netral walaupun menteri dan pejabatnya tidak netral. Yang partisan siapa coba? Kami itu guru besar kami itu punya tugas tertentu di negara ini kami menegakkan etika di negara ini, kami mendidik generasi muda bangsa ini. Kok dituduh partisan. Saya itu banyak membantu pemerintah tapi kalo ada sesuatu kami juga ga bisa diam,” urainya.

“Kami tegaskan tidak ada motif apa-apa. Kenapa kami baru muncul karena kami prihatin karena setelah banyak protes tapi penyimpangan itu masih terus berlangsung,” imbuhnya.

Sebelumnya sejumlah sivitas akademika UI yang dipimpin Prof Harkristuti Harkrisnowo memberikan pernyataan sikap dan kritik kepada pemerintah.

Dalam pernyataan sikap dan kritiknya, para sivitas akademika UI mengajak seluruh perguruan tinggi untuk merapatkan barisan mengawal pelaksanaan pemilu 2024.

Mereka mendorong agar kebebasan berpendapat dan berekspresi harus dijaga tak boleh dikekang.

Mereka juga mengingatkan agar pemerintah kembali pada relnya menjalankan demokrasi secara baik dan beretika serta mengikuti sesuai konstitusi.

Pernyataan sikap dari sivitas akademika UI tersebut muncul setelah sebelumnya kritik serupa keluar dari sivitas akademika UGM dan UII Yogyakarta. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *