Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026 | Fokus Hari Ini: Transparansi & Akuntabilitas

Informasi Akurat
Untuk Indonesia

Breaking News
Ijazah Ketua DPRD Sumedang Diduga Syarat Rekayasa, Keberadaan Kampus STEI Tiara Misterius!Tekankan APBD 2027 Harus Berdampak Nyata, Fraksi Gerindra DPRD Jabar:  Perluas Kesempatan Kerja dan Kesejahteraan MasyarakatMampukah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tuntaskan Kasus Eks HGU Tenjojaya SukabumiMBG KB Melati Bunda Bojongsoang Disetop, Alasan Masih Kabur: NPSN Dipersoalkan, Kepala SPPG Sulit DikonfirmasiPorprov XV 2026, Ketersediaan Debit Air Venue Ski Jadi Sorotan DPRD Jabar Komisi VTemuan BPK Bongkar Belanja Tenaga Alih Daya Dinkes Kota Bandung Sebesar Rp 28,5 Miliar yang Diduga Penuh Rekayasa!Pengadaan Belanja Tenaga Kebersihan dan Pemeliharaan Gedung Senilai Rp 1,95 Miliar di RSUD Kota Bandung Diduga Syarat PenyimpanganPemetaan Potensi, Komisi III DPRD Jabar Sebut Pentingnya Pendapatan DaerahIjazah Ketua DPRD Sumedang Diduga Syarat Rekayasa, Keberadaan Kampus STEI Tiara Misterius!Tekankan APBD 2027 Harus Berdampak Nyata, Fraksi Gerindra DPRD Jabar:  Perluas Kesempatan Kerja dan Kesejahteraan MasyarakatMampukah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tuntaskan Kasus Eks HGU Tenjojaya SukabumiMBG KB Melati Bunda Bojongsoang Disetop, Alasan Masih Kabur: NPSN Dipersoalkan, Kepala SPPG Sulit DikonfirmasiPorprov XV 2026, Ketersediaan Debit Air Venue Ski Jadi Sorotan DPRD Jabar Komisi VTemuan BPK Bongkar Belanja Tenaga Alih Daya Dinkes Kota Bandung Sebesar Rp 28,5 Miliar yang Diduga Penuh Rekayasa!Pengadaan Belanja Tenaga Kebersihan dan Pemeliharaan Gedung Senilai Rp 1,95 Miliar di RSUD Kota Bandung Diduga Syarat PenyimpanganPemetaan Potensi, Komisi III DPRD Jabar Sebut Pentingnya Pendapatan Daerah
RAGAM

Pemanis Buatan Aspartam Dinilai Berbahaya, WHO : Berpotensi Picu Kanker

Jakarta, Matainvestigasi.com – Pemanis Aspartam potensi picu kanker. Bukan hal baru jika makanan manis mengundang bahaya, terutama jika ada tambahan pemanis buatan di dalamnya, Minggu (02/07).

Baru-baru ini pemanis buatan aspartam disebut-sebut sebagai salah satu biang kerok pemicu kanker. Padahal, selama ini aspartam banyak ditambahkan ke dalam makanan di banyak negara.

Mengutip laporan Reurers, ada sebuah sumber yang menyebut bahwa aspartam pada Juli 2023 mendatang akan dimasukkan ke dalam daftar zat yang mungkin bersifat karsinogenik terhadap manusia, untuk pertama kalinya oleh Riset Kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), International Agency for Research on Cancer (IARC).

Keputusan ini disebut sebenarnya sudah ditetapkan sejak awal Juni lalu, setelah dilakukan pertemuan dengan para pakar eksternal. Namun, tidak disebut batas takaran aspartam yang dikonsumsi.

Penelitian terhadap aspartam, Sedangkan jika merujuk studi yang dilakukan di tahun 1981, Joint Expert Committee on Food Additives (JEFCA) atau gabungan ahli WHO dan Food and Agriculture Organization (FAO), menyatakan jika aspartam aman dikonsumsi sesuai batas harian.

Pada tahun 2022, juga dilakukan uji coba pada pemakaian aspartam. Pada sebuah obeservasional di Prancis yang melibatkan 100 ribu orang, menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah lebih besar (termasuk aspartam) memiliki risiko kanker sedikit lebih tinggi daripada mereka yang mengonsumsinya secara normal.

Sedangkan pada Maret lalu, pejabat dari Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang menulis surat pada WHO, untuk dilakukan peninjauan kembali sebelum dirilis.

Kami dengan hormat meminta kedua badan untuk mengkoordinasikan upaya mereka dalam meninjau aspartam untuk menghindari kebingungan atau kekhawatiran di kalangan masyarakat,” tulis Nozomi dalam suratnya pada Wakil Direktur WHO Zsuzsanna Jakab. (Red)

Bagikan: