BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menyambut berdirinya Monumen Jenderal Besar Soedirman di Soreang dengan penuh penghargaan. Baginya, kehadiran monumen tersebut bukan hanya memperindah ruang publik, tetapi juga menghadirkan kembali nilai-nilai perjuangan yang mulai memudar di tengah masyarakat. Minggu (16/11/2025)
Buky menuturkan bahwa Jenderal Soedirman adalah sosok pahlawan yang melampaui zamannya figur dengan dedikasi, keberanian, dan komitmen yang terus menjadi rujukan moral bangsa.
Ia mengaku merasakan kebanggaan tersendiri melihat monumen besar sang Panglima akhirnya berdiri di jantung Soreang. “Ada rasa haru sekaligus bangga ketika melihat wujud monumen ini. Ini bukan sekadar patung, tetapi simbol pengingat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perjalanan hidup Jenderal Soedirman layak terus diwariskan, termasuk keteguhannya memimpin perang gerilya meski hanya bertumpu pada satu paru-paru. “Itu bukan cerita biasa. Itu representasi dari pengorbanan tanpa batas demi negara,” kata Buky.
Ketua DPRD Jabar tersebut berharap monumen ini menjadi inspirasi nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda. “Semoga semangat kerja keras, disiplin, dan cinta tanah air dari Jenderal Besar Soedirman bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Monumen yang diresmikan pada Senin (10/11) itu kini menjadi penanda baru kawasan Jalan Lingkar Baru Terusan Al Fathu, sekaligus momentum perubahan nama jalan tersebut menjadi Jalan Jenderal Sudirman. Patung perunggu setinggi 10 meter itu menampilkan Jenderal Soedirman dalam pose memberi hormat ke arah timur, menciptakan kesan gagah dan penuh karisma bagi para pengunjung.
Di area belakang patung, terdapat dinding monumental yang memuat narasi sejarah perjuangan sang jenderal, serta keterangan mengenai pihak yang menggagas pembangunan monumen tersebut. Tak hanya itu, kawasan depannya juga dilengkapi taman terbuka, menambah ruang publik baru yang bisa dimanfaatkan warga untuk berkumpul dan beraktivitas.
Sementara itu, Letjen TNI Iwan Setiawan, Danpusenif, menyampaikan bahwa pembangunan monumen ini dirancang sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. “Di momen Hari Pahlawan ini, kita ingin mengajak masyarakat kembali mengingat jasa-jasa mereka yang telah menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.








