DPRD Kota Bandung Sambut Aspirasi Publik, Teguhkan Sinergi Lawan Korupsi

BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Aksi demonstrasi yang digelar masyarakat menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus pengingat pentingnya komitmen bersama dalam menjaga pemerintahan yang bersih dan transparan. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Bandung, Noel menegaskan bahwa seluruh aduan masyarakat telah diterima dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Rabu (04/02/2026).

Menurut Anggota Komisi 3 DPRD, Yoel Yosaphat S.T. substansi utama dari aspirasi yang disampaikan masyarakat sejalan dengan semangat antikorupsi yang harus dijaga oleh seluruh penyelenggara negara. Ia menekankan tidak boleh ada anggota dewan yang terlibat dalam proyek atau mengarahkan kebijakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Sebagai pejabat publik, kita harus tetap bersih dan menjalankan fungsi pengawasan, termasuk memastikan penggunaan anggaran APBD benar-benar tersalurkan 100 persen kepada masyarakat tanpa ada pemotongan,” tegasnya.

Yoel Yoshapat, S.T. menyatakan dukungannya terhadap gerakan masyarakat yang mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Ia berharap, komunikasi dan partisipasi publik semacam ini dapat terus berlanjut sehingga terbangun sinergi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.

“Kita ingin Kota Bandung dan Jawa Barat secara umum menjadi lebih baik. Jangan sampai kasus-kasus yang memprihatinkan terulang kembali,” ujarnya.

Terkait tindak lanjut laporan, Yoel Yoshapat S.T. mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kota Bandung untuk menentukan langkah selanjutnya. Sementara untuk persoalan teknis yang berkaitan dengan dinas-dinas, ia menyarankan agar pihak terkait menempuh mekanisme resmi melalui pengajuan surat audiensi.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam proses penanganan aduan. Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar persoalan yang dilaporkan dapat dipahami secara utuh, baik oleh pelapor maupun pihak yang dilaporkan.

“Perlu ada kejelasan, apakah ini hanya kesalahan administratif atau memang merupakan pelanggaran. Kalau tidak transparan, masyarakat akan kesulitan mendapatkan informasi yang benar,” jelasnya.

Yoel Yoshapat S.T. mengakui bahwa tidak semua persoalan telah ia ketahui sebelumnya. Namun, dengan adanya penyampaian langsung dari masyarakat, ia berkomitmen untuk menggali informasi secara lebih detail agar permasalahan dapat dipetakan dengan jelas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh kehati-hatian. Menurutnya, menjadi pejabat bukanlah hal yang mudah karena setiap kebijakan dan tindakan selalu berada dalam sorotan publik.

“Kita harus bisa menjaga diri dan tidak keluar dari aturan. Godaan itu selalu ada, dan kalau tidak dikendalikan bisa berujung pada masalah di kemudian hari,” pungkasnya.