SUMEDANG, MATAINVESTIGASI.COM — Dari desa, harapan ekonomi rakyat kini kembali tumbuh. Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah pusat dan diresmikan pada Juli 2025 lalu mulai menunjukkan geliatnya di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sumedang.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Sumedang, Majalengka, dan Subang, Heri Ukasah Sulaeman, melihat program ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi gerakan ekonomi baru yang menumbuhkan kemandirian masyarakat desa.
“Sejak peresmian perdana di Kabupaten Bogor, Koperasi Merah Putih terus bergulir di berbagai wilayah. Untuk Kabupaten Sumedang, saya mendorong percepatan pembentukannya karena manfaatnya sangat besar dalam memperkuat pondasi ekonomi masyarakat,” ujar Heri, Minggu (6/10/2025).
Menurut Heri, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat program ini, termasuk bantuan permodalan yang diarahkan khusus kepada desa-desa mandiri.
“Sumedang berpotensi besar mendapatkan prioritas karena dari total 187 desa, sudah ada 119 desa yang berstatus mandiri,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, kata Heri, Sumedang memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk mengembangkan Koperasi Merah Putih secara berkelanjutan. Desa-desa mandiri memiliki ekosistem yang siap menopang koperasi agar bisa tumbuh lebih cepat dan berdampak nyata bagi warga.
“Kalau dijalankan dengan baik, Koperasi Merah Putih bisa menjadi penggerak utama ekonomi desa—membangun usaha berbasis potensi lokal yang benar-benar menguntungkan masyarakat,” ujarnya.
Heri juga menegaskan pentingnya peran pemerintah pusat, terutama Kementerian Koperasi, dalam memberikan pendampingan dan pembinaan bagi koperasi baru agar tidak hanya berdiri, tetapi mampu beroperasi dengan sehat dan profesional.
Dalam pandangannya, sektor pertanian bisa menjadi pintu masuk utama bagi Koperasi Merah Putih di Sumedang. Koperasi dapat berperan dalam mendistribusikan pupuk, menyediakan alat produksi pertanian, hingga membentuk koperasi simpan pinjam yang membantu petani memperoleh akses modal dengan mudah.
“Sumedang punya kekuatan besar di sektor pertanian. Kalau koperasi bisa hadir memberi solusi konkret—misalnya modal, sarana, dan pasar—maka kesejahteraan petani akan meningkat secara langsung,” jelas Heri.
Lebih jauh, Heri menilai Koperasi Merah Putih bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang ketahanan sosial dan kemandirian desa. Desa mandiri, katanya, memiliki karakteristik yang kuat dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Dengan karakter seperti itu, kesinambungan usaha koperasi bisa terjaga. Dan ini yang akan menjadi kekuatan baru Sumedang—ekonomi yang tumbuh dari bawah, digerakkan oleh masyarakat sendiri,” pungkasnya.
