Ranca Upas, Kawasan Hutan Lindung Rangsak Akibat Event Trail

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Kawasan Hutan Lindung Rancaupas di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung mengalami kerusakan parah akibat adanya even motor trail, Rabu (08/03).

Berdasarkan informasi yang dihimpun kegiatan even trail tersebut di gelar pada Minggu, (5/3) diselenggarakan dengan tema Trail Camping Adventure Eksplore (Gas Duduluran Silatuhrami HMI Mapag Munggahan) yang di gelar di obyek wisata Kampoeng Cai Rancaupas.

Kegiatan itu di ikuti oleh kurang lebih 3.000 peserta. Peserta juga diharuskan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000.

‘’Biaya tersebut sudah termasuk tiket masuk Rancaupas, free makan, free minum dan hadiah,’’ kata dia.

Pihak panitia juga diniai tidak becus dalam pelaksanaan even itu. Sebab, ketika acara digelar banyak peserta yang tersesat karena minimnya petunjuk jalan sehingga harus dievakuasi. Para peserta juga banyak yang masuk ke dalam lahan perkebunan dan pertanian milik warga.

‘’Peserta banyak yang mengalami kelelahan bahkan ada yang pingsan,’’ ujar saah satu peserta yang enggan namanya disebutkan.

Bukan itu saja, para peserta juga dimintai biaya makan dan minum lagi Bahkan, untuk hadiah lomba pihak panitia menunda hadiah untuk pemenang.

Atas kekecewaan para peserta tersebut kerusuhan akhirnya terjadi. Para peserta melakukan aksi perusakan fasilitas yang ada di Rancaupas Bahkan melakukan pembakaran kendaraan bermotor milik panitia.

Aksi pembakaran beberapa kendaraan bermotor tersebut sempat viral di media sosial. Bahkan ada peserta yang dengan sengaja melindas kendaraa roda dua milik panitia dengan motor trail.

Bukan itu saja, ratusan peserta trail juga merusak kawasan hutan lindung dan ekosistem rawa Rancaupas. Sehingga, banyak dari bunga rawa yang mati tergilas oleh motor trail.

Dikutip dari jabarekspres, Ketika dikonfirmasi atas kejadian itu, Kapolsek Ciwidey Iptu Anjar Maulana membenarkan atas peristiwa kerusuhan yang terjadi pada even motor trail di Rancaupas.

Menurutnya, banyak para peserta yang tidak bisa keluar trek karena jalur yang tidak ada petunjuk. Sehingga banyak peserta yang kesasar ke kawasan hutan dan perkebunan milik warga.

“Kita ngebantu para peserta yang terjebak di hutan bersama warga dan pengelola Rancaupas kita siapkan ambulans juga,’’ kata Anjar ketika dihubungi Jabarekspres, Rabu, (8/3).

Akibat even itu, banyak lahan pertanian dan kawasan hutan Rancauas mengalami kerusakan. Sehingga, Anjar menghimbau kepada pihak yang dirugikan harap segera melapor.

Polsek Ciwidey sudah memanggil panitia even trail itu untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan pihak panitia bersedia bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi akibat even trai itu.

“Jadi kemarin senin sudah disepakati dengan pihak Rancaupas, dari panitia sendiri siap menyepakati perbaikan karena ada beberapa kerusakan yang akan diganti oleh panitia,” ujar Anjar.

Menurutnya, kerusakan terjadi di sekitaran track event trail ini karena jalur tersebut merambat ke arah jalan hingga masuk ke perkebunan milik warga.

“Kan ini lokasinya di kebun, jadi banyak motor yang lewat ke situ, kaya ke kebun kopi atau sayur milik beberapa petani. Nah itu semua rusak,” katanya.

Pihaknya menyebut jika dalam kasus ini pihak panitia sudah berjanji akan melakukan perbaikan serta kompensasi kepada warga dan petani.

Anjar mengatakan untuk kompensasi atau penggantian saat ini sedang diakukan oleh pihak panitia. Seperti penggantian tanaman, perbaikan jalan yang mengkibatkan kubangan.

“Panitia sedang memberikan kompensasi. Seperti pohon dan tanaman milik petani terus jalan yang kubangannya dalem sekarang mulai diperbaiki agar bisa dipakai warga,” sebutnya.

Dalam kasus Polsek Ciwidey tidak menetapkan ketua panitia menjadi tersangka. Sebab, pihak panitia even sudah menyanggupi akan memberikan pergantian dan bertanggung jawab.

“Karena panitia bertanggung jawab dan siap mengganti semua kerugian jadi ketua panitia kita tidak dijadikan tersangka,” jelasnya. (Red)