MAJALENGKA, MATAINVESTIGASI.COM – DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh di PT. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) untuk memastikan operasional bandara dapat berjalan optimal. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, saat melakukan kunjungan kerja ke PT. BIJB di Kabupaten Majalengka, Rabu (01/10/2025).
Menurut Jajang, Komisi III sangat mendukung upaya agar PT. BIJB dapat keluar dari beragam persoalan yang tengah dihadapi dan beroperasi normal layaknya bandara lain.
“Komisi III sudah melihat dan mendengar secara langsung permasalahan yang dihadapi oleh PT. BIJB dari jajaran direksi, dan sangat mendukung agar PT. BIJB bisa keluar dari segala permasalahan yang dihadapi dan operasionalnya bisa berjalan seperti bandara-bandara lainnya,” ujar Jajang.
Bandara Kertajati sendiri diproyeksikan menjadi hub penerbangan domestik maupun internasional. Idealnya, keberhasilan bandara ini akan melibatkan banyak operator maskapai penerbangan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Lebih lanjut, Jajang menjelaskan bahwa Komisi III tengah membahas Rancangan KUA-PPAS dan telah menyetujui penyertaan modal untuk PT. BIJB sebesar total Rp150 miliar. Anggaran tersebut terbagi menjadi Rp50 miliar di tahun berjalan dan Rp100 miliar untuk 2026, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali Bandara Kertajati.
“Untuk mengatasi permasalahan kompleks BIJB, telah disetujui penyertaan modal sebesar Rp150 miliar pada tahun 2026. Tahun ini telah dianggarkan Rp50 miliar untuk menutupi operasional. Namun, jika masih ada kendala, akan ditambahkan lagi Rp100 miliar untuk pengembangan tahun depan. Dengan adanya penerbangan yang beroperasi, kepercayaan publik bisa meningkat melalui promosi dan pemberian diskon atau subsidi tiket agar masyarakat menggunakan fasilitas Bandara Kertajati,” jelas Jajang.
Hingga saat ini, Bandara Kertajati baru melayani satu penerbangan internasional menuju Singapura. Jajang berharap, dengan langkah strategis ini, bandara dapat memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat dan menjadi salah satu BUMD unggulan.
“Tentunya kami berharap Bandara Kertajati dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap PAD Jawa Barat sebagai BUMD yang seharusnya diunggulkan,” tutup Jajang.
