DPRD Jawa Barat Dan Pemkot Bandung Tuntut Percepatan Proyek Bus Rapid Transit Guna Atasi Macet

BANDUNG — Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tobias Ginanjar meminta masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi dampak kemacetan akibat pembangunan pengerjaan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.

Pembangunan modal transportasi massal tersebut dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda seiring melonjaknya pertumbuhan penduduk dan volume kendaraan pada Minggu (30/08/2026).

Langkah pembangunan infrastruktur transportasi ini ditegaskan sebagai upaya pencegahan agar persoalan mobilitas di kawasan perkotaan tidak menjadi masalah pelik di masa depan.

DPRD Jawa Barat Dorong Pengembangan Transportasi Massal Terintegrasi

DPRD Jawa Barat mengapresiasi keberanian pemerintah dalam memulai proyek BRT meski dampaknya memicu kemacetan lalu lintas selama proses pengerjaan.

Pengoperasian transportasi publik yang representatif menjadi langkah wajib untuk mengurai simpul kepadatan kendaraan di wilayah aglomerasi Bandung Raya.

Pengembangan sistem transportasi massal di Kota Bandung diinstruksikan tidak berhenti pada penyediaan BRT semata.

Pemerintah daerah didorong untuk berani membangun moda transportasi modern lain yang terintegrasi agar kualitas layanan mobilitas publik di Jawa Barat tidak tertinggal dari kawasan megapolitan lainnya.

“Jangan sampai kalah sama Jakarta dengan MRT-nya dan sebagainya. Mudah-mudahan dikembangkan lagi,” kata Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Tobias Ginanjar.

Pemkot Bandung Minta Maaf Dan Garansi Pengerjaan Proyek Cepat Serta Aman

Dari jajaran pemerintah daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merespons langsung keluhan warga terkait kemacetan parah yang timbul di berbagai titik ruas jalan utama.

Pemkot Bandung mencatat lonjakan gangguan arus lalu lintas tersebut mulai terdeteksi secara masif sejak 14 Agustus 202.

Wali Kota Bandung menegaskan jajarannya terus memantau pengerjaan di lapangan agar gangguan terhadap aktivitas harian warga dapat ditekan seminimal mungkin.

Kontraktor proyek diperintahkan bekerja ekstra cepat dengan tetap menjaga kerapihan dan keselamatan pengguna jalan.

Permohonan maaf disampaikan secara terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami warga selama proses penataan transportasi massal tersebut berlangsung.

“Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (chox).