BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Komitmen DPRD Jawa Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat, Saeful Bahri, memimpin kegiatan penanaman 250 bibit pohon di Bumi Perkemahan Gentong, Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Nasional (HMPI).
Pada kegiatan ini, DPRD Jabar melibatkan ratusan anggota Pramuka sebagai langkah strategis untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda. Saeful menegaskan bahwa penanaman tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi proses pembelajaran jangka panjang mengenai tanggung jawab menjaga alam.
“Ini bukan kegiatan simbolis. Setiap peserta yang menanam diberi tanggung jawab untuk merawat pohon yang mereka tanam sampai tumbuh baik. Tujuannya membangun karakter peduli lingkungan sejak dini,” ujar Saeful.
Sekretaris 2 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Tatan Munandar, mengapresiasi langkah DPRD Jabar yang menekankan adanya tindak lanjut setelah penanaman. Menurutnya, selama ini banyak kegiatan berhenti pada tahap awal tanpa pengawasan lanjutan.
“Menanam itu langkah pertama, tapi merawat adalah yang paling penting. Program ini memiliki kejelasan tindak lanjut, sehingga akan menjadi contoh bagi gerakan lingkungan lainnya,” jelasnya.
Tatan menilai kegiatan ini sejalan dengan nilai dasar Dasa Darma Pramuka, khususnya poin kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Apresiasi juga datang dari Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Ahmad Saepuloh, yang menilai kolaborasi antara DPRD dan Pramuka merupakan langkah efektif memperkuat edukasi lingkungan di masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada DPRD Jabar, khususnya Pak Saeful, yang konsisten memprakarsai kegiatan pelestarian lingkungan. Pelibatan generasi muda menjadi kunci perubahan pola pikir tentang pentingnya pohon bagi kehidupan,” ujarnya.
Menurut Ahmad, kesadaran menjaga alam harus menjadi prioritas, terutama di tengah kondisi lingkungan yang semakin rentan bencana.
