BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM -– Komisi I DPRD Jawa Barat menyoroti serius kondisi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang kini terancam berhenti beroperasi akibat minimnya pakan satwa dan ketidakjelasan pengelolaan. Anggota Komisi I DPRD Jabar dari Fraksi PKS, Tedy Rusmawan, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan keberlangsungan 710 satwa yang ada.
Tedy mengungkapkan kondisi tersebut setelah melakukan kunjungan langsung ke Bandung Zoo. Ia menyebut stok pakan satwa menipis drastis sejak pengelola lama dari pihak yayasan menyatakan tidak lagi sanggup menangani operasional.
“Terhitung 10 Desember kemarin kebutuhan pakan sudah sangat terbatas karena yayasan lama angkat tangan. Kami mendesak Pemprov Jabar segera turun tangan agar persoalan ini cepat selesai dan Bandung Zoo dapat kembali beroperasi,” ujar Tedy, Kamis (11/12/2025).
Selain persoalan satwa, DPRD Jabar juga menyoroti aspek kesejahteraan 130 karyawan Bandung Zoo, mulai dari petugas pakan, dokter hewan, staf administrasi, hingga pekerja lainnya yang kini tidak memiliki kepastian nasib.
“Status mereka belum jelas. Padahal pengelolaan satwa harus dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar ahli dan peduli,” tegasnya.
Tedy menambahkan, keberadaan Bandung Zoo selama ini bukan hanya sebagai destinasi wisata keluarga, tetapi juga ruang edukasi dan penelitian bagi mahasiswa. Jika dibiarkan berhenti operasi, dampaknya akan terasa pada sektor pariwisata, pendapatan asli daerah (PAD), serta perekonomian warga sekitar.
Melihat urgensi tersebut, Tedy mendorong Pemprov Jabar membentuk tim penyelamat khusus yang melibatkan unsur pemerintah agar proses penanganan lebih objektif dan terarah.
“Harapannya, menjelang masa liburan ini Bandung Zoo bisa kembali buka sehingga keberlangsungan satwa tetap terjaga,” katanya.
