DPRD Kawal Proyek Trase Baru Batutulis, Target Rampung Oktober 2026

KOTA BOGOR, MATAINVESTIGASI.COM —  Pembangunan trase baru Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, terus menjadi perhatian pemerintah dan legislatif. Proyek yang dibangun sebagai solusi pascalongsor 2025 itu kini memasuki tahap konstruksi dengan progres sekitar 22 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono bersama Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata melakukan peninjauan lapangan dalam rangka Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026, Minggu (19/7/2026).

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih, Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi, Lurah Batutulis Erika, serta pihak pelaksana proyek.

Dalam kesempatan itu, Ono Surono menjelaskan bahwa pembangunan trase baru Batutulis merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor. Skema pembiayaannya dibagi, di mana pembangunan fisik didukung melalui APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan proses pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor.

“Jadi, kunjungan kali ini kita ke pembangunan jalan Batutulis yang di 2025 yang lalu itu terjadi longsor. Alhamdulillah hari ini sudah progres dibangun. Konstruksinya dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan pembebasan lahannya oleh Pemerintah Kota Bogor,” ujar Ono.

Ia menambahkan, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan, tetapi juga dilengkapi dengan sistem drainase, penataan kawasan, pembangunan taman, hingga rehabilitasi Leuweung Batutulis sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi potensi longsor di masa mendatang.

“Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 22 persen. Mudah-mudahan Oktober nanti akan selesai, dan bukan hanya jalan, tapi berikut drainase, juga pembangunan taman serta Leuweung Batutulis. Jadi nanti akan dihutankan kembali supaya mencegah terjadinya longsor,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata menegaskan pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan proyek agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun target waktu penyelesaian.

“Kami akan terus mengawal proses pembangunan ini agar berjalan sesuai perencanaan. Harapannya proyek dapat selesai tepat waktu pada Oktober 2026 sehingga masyarakat bisa kembali menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan didukung dengan fasilitas pedestrian serta penataan kawasan yang lebih baik,” ujar Dadang.

Selain menyoroti progres pembangunan, Dadang juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar disiplin menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan pekerja sekaligus memastikan kebersihan jalan dari material proyek agar tidak membahayakan masyarakat yang melintas.

Menanggapi hal tersebut, Penanggung Jawab PT Promix Prima Karya, Hariyono, memastikan seluruh prosedur K3 telah diterapkan selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, pihak kontraktor juga berupaya menjaga area pekerjaan tetap aman sehingga aktivitas konstruksi tidak mengganggu pengguna jalan maupun warga sekitar.