PT Beton Elemen Persada Diduga Diuntungkan, Tidak Perlu Buang Biaya Olah Limbah Batubata Ringan

Kab Bandung Barat, Matainvestigasi.com – Proyek Destinasi Wisata Batujajar Desa Galanggang yang memakai Limbah Batubata ringan atau hebel Pt. Beton Elemen Persada sebagai urugan dan lain-lain di nilai kurang pas. Tanah bantara Waduk Saguling yang domainnya milik Indonesia Power itu di bangun oleh satgas citarum sektor 9, di nilai sangat kurang tepat, Senin (26/04).

Sementara bantaran waduk saguling lahan bebas air saat debit air tinggi, dan banjir merendam melebihi tanggul bantara. Apakah hebel tersebut akan aman bila terendam banjir di kemudian hari yang akan menjadi dampak lingkungan, seperti sedimentasi yang tebal, tidak menutup kemungkinan batubata ringan akan rontok dan mengapung.

Setelah jadi destinasi wisata seperti apa yang di rencanakan, apakah tidak akan menjadi simpang siur ketika satgas citarum sudah tidak ada lagi, atau di tarik. Sementara tugas fungsi utama satgas adalah Memperbaiki kerusakan aliran sungai seperti yang tertuang pada Perpres No 15 Tahun 2018 tentang DAS. Dengan fokus membangun wisata apakah sudah benar.?

Pt. Beton Elemen Persada pihaknya Denis (Produksi) dan Devi (HRD) berlari dari kenyataan saat di konfirmasi terkait limbah hebelnya, ketika di tanya siapa yang jamin bila dikemudian hari limbah Pt. BEP itu menjadi dampak buruk bagi lingkungan sekitar, baik darat ataupun sungainya. Sementara limbah batubata ringan ini di produksi dengan memakai banyak campuran kimia, dan belum ada hasil Lab terkait limbahnya yang di nyatakan aman terhadap lingkungan.

Diduga Pt. BEP merasa di untungkan dengan limbah batubata ringannya yang di ambil oleh satgas citarum, karena perusahaan tersebut tidak perlu keluarkan dana ekstra untuk mengolah sisa limbah batubata ringan hasil produksinya yang over load, mengingat lokasi produksi cukup ngebul dengan bahan material. (Chox).