BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM – DPRD Provinsi Jawa Barat menilai dibukanya kembali rute penerbangan Semarang–Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara sebagai sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Konektivitas udara dinilai menjadi faktor krusial dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah Bandung Raya.
Anggota DPRD Jawa Barat Teddy Rusmawan menyampaikan optimismenya bahwa rute baru tersebut akan mendorong peningkatan mobilitas wisatawan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi udara sangat menentukan daya saing daerah tujuan wisata.
Ia menegaskan, keberadaan kembali penerbangan reguler di Bandara Husein Sastranegara memberi manfaat langsung bagi masyarakat Jawa Barat, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun mobilitas antarwilayah.
DPRD, kata Teddy, memandang langkah ini sebagai awal pemulihan fungsi strategis bandara yang berada di jantung Kota Bandung.
Lebih jauh, DPRD Jawa Barat berharap pembukaan rute Bandung–Semarang dapat menjadi pemicu dibukanya kembali rute-rute domestik lainnya yang sebelumnya sempat beroperasi. Sejumlah destinasi favorit seperti Yogyakarta, Bali, Surabaya, hingga kota-kota besar lain dinilai memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara.
“Banyak daerah dan pelaku usaha pariwisata yang menaruh harapan besar agar bandara ini kembali melayani lebih banyak rute. Dampaknya sangat luas, bukan hanya bagi sektor pariwisata, tapi juga perdagangan dan jasa,” ujarnya.
Teddy juga menekankan bahwa DPRD Jawa Barat terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar konektivitas udara di Bandung dapat kembali optimal. Ia mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam merealisasikan rute baru tersebut.
DPRD Provinsi Jawa Barat, lanjut Teddy, memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, Kementerian Perhubungan, serta PT Angkasa Pura atas komitmennya menghidupkan kembali peran strategis Bandara Husein Sastranegara sebagai penggerak ekonomi wilayah.
