BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — – DPRD Provinsi Jawa Barat membuka peluang penambahan alokasi anggaran untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat Tahun 2026 melalui APBD Perubahan. Langkah tersebut akan ditempuh apabila anggaran yang telah dialokasikan saat ini dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan penyelenggaraan.
Komitmen itu menjadi bagian dari upaya DPRD memastikan ajang olahraga terbesar di Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari dapat terlaksana secara optimal, tanpa terkendala persoalan pembiayaan.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, menegaskan bahwa DPRD sejak awal telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PORPROV XV dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD Provinsi Jawa Barat.
“Buktinya kita men-support penyelenggaraan PORPROV ini. Seluruh cabang olahraga dipertandingkan dan anggarannya juga sudah dialokasikan melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Namun apabila memang masih dirasakan kurang, tentu akan kami bahas kembali bersama TAPD pada perubahan anggaran,” ujar Hasbullah.
Menurutnya, alokasi APBD Provinsi saat ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan teknis penyelenggaraan pertandingan, mulai dari pembiayaan dewan juri, wasit, hingga panitia pelaksana di setiap cabang olahraga.
Sementara itu, kebutuhan pendukung seperti logistik serta transportasi lokal menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota yang menjadi tuan rumah maupun daerah penyelenggara pertandingan.
Hasbullah juga menyinggung kemungkinan adanya tambahan dana hibah bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan terkait hibah harus melalui pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.
Selain memperhatikan kesiapan tiga daerah tuan rumah utama, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok, DPRD juga mengingatkan pentingnya kesiapan daerah pendamping yang akan menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah cabang olahraga.
“Kita juga perlu memastikan daerah pendamping benar-benar siap. Jangan sampai menjadi lokasi pertandingan tetapi belum menyiapkan dukungan anggaran. Ini harus dikonsolidasikan melalui koordinasi bersama seluruh pemerintah daerah yang terlibat,” katanya.
Dari sisi pembinaan olahraga, Hasbullah menilai PORPROV XV memiliki peran strategis sebagai wadah penjaringan atlet-atlet potensial Jawa Barat yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) pada masa mendatang.
“PORPROV menjadi titik awal pembinaan atlet menuju PON. Jawa Barat harus mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya sejak sekarang agar mampu mempertahankan prestasi pada ajang nasional mendatang,” ucapnya.
Tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, penyelenggaraan PORPROV juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan penonton diperkirakan mampu meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha masyarakat.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah menyediakan ruang khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di setiap venue pertandingan agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan PORPROV dapat dirasakan secara lebih luas.
“Momentum PORPROV harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Di setiap venue sebaiknya disediakan area khusus bagi UMKM dan pelaku usaha lokal agar mereka ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan event olahraga terbesar di Jawa Barat ini,” tutur Hasbullah.
Meski mendukung pemenuhan kebutuhan anggaran, DPRD tetap mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan dan administrasi yang transparan serta akuntabel. Hal tersebut dinilai penting untuk menghindari persoalan hukum maupun temuan administratif setelah kegiatan berlangsung.
“Target kita ada tiga, yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan yang berdampak pada perekonomian masyarakat, dan sukses administrasi. Ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan agar PORPROV XV Jawa Barat benar-benar menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Barat,” tutup Hasbullah.
Sebagai informasi, PORPROV XV Jawa Barat akan digelar pada 7–20 November 2026 dengan tiga daerah utama sebagai tuan rumah, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok. Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung di Kota Bekasi pada 7 November 2026, sedangkan seremoni penutupan akan dilaksanakan di Kota Bogor pada 20 November 2026.
