Bandung, Matainvestigasi.com — Asep B Kurnia (Aa Maung) memandang Pendidikan sekarang, menurutnya ” di kala Para Pejabat semua berbicara mengenai Pendidikan semua pasti bahwa Pendidikan di Negara kita ini sudah maju dan bersaing, hal itu di buktikan dengan banyaknya perubahan dan program – program yang sangat canggih atau modern, tetapi pendapat saya pribadi justru Pendidikan di Negara kita sangat mengkhawatirkan dan cenderung menurun jauh, ini di dasari dengan pandangan saya dari semua lini (11/05).
1.Dahulu kala untuk mengenyam pendidikan atau Rakyat kita ingin sekolah terasa sangat mudah, beda dengan jaman sekarang untuk mendaftarkan diri saja terasa sangat sulit dan sangat rumit.
2. Dahulu ke Negara kita banyak yang ingin belajar dan bersekolah menimba ilmu di Negara kita, tapi sekarang justru terbalik dari Negara kita yang cenderung ingin menimba Ilmu di Luar Negri, lebih Prihatin lagi lulusan dari Negara Luar lebih cenderung dihargai dibandingkan dengan lulusan Sekolah di Negara kita ini.
Melihat dari dua faktor itu saja saya rasa Pendidikan di Negara kita pandangan saya menurun, bukan justru naik atau maju tapi tertinggal jauh, beda dengan yang tersebar di pemberitaan atau statment para pejabat yang ada di Negara tercinta kita ini ” ungkap Asep.
Baru – baru ini Puan Maharani saya baca lewat media online CNN Indonesia, mempunyai rencana untuk import Guru dari luar Negri, saya rasa sangat heran sekali di tengah kondisi kesejahteraan Guru yang belum memadai, apalagi untuk seorang Tenaga Honorer dirasa ini merupakan rencana yang belum matang, cenderung memaksakan kehendak tanpa melihat keadan, tanpa melihat kemampuan ” paparnya.
Di istilahkan dalam bahasa Sundanya, (Kahayang gede, Tanaga Eweuh), hal ini yang lebih tepat, saya rasa sejahterakan dulu Pendidik yang ada di kita termasuk Honorer, karena ini akan mendongkrak kinerja dengan mebuahkan hasil, mereka akan mampu berprestasi dalam mendidik siswa, karena dengan sejahtera maka motivasi akan bertambah untuk bekerja dalam hal bidang Pendidikan.
” Serta jangan lupa, Pendidikan di kita sekarang ini kehilangan Karakternya, meskipun di Jawa Barat menggalakan Pendidikan Karakter, tapi terkadang pemahaman terhadap Karakter tersebut cendrung hanya sekedar Program atau sebuah aturan.
Tidak usah jauh – jauh, yang terjadi di Jawa Barat saja Bapak Gubernur terkesan asal – asalan, seperti yang terjadi dalam hal pembentukan Dewan Pendidikan Jawa Barat. Saya rasa apa bila tidak penting keberadaannya tidak usah ada seleksi dan di umumkan Pendaftran, tapi ujungnya tidak ada keputusan sampai dalam saat ini juga, yang akhirnya ini jadi permasalahan besar dalam kontek serius atau tidak Bapak Gubernur kita ini meningkatkan kualitas dan Fokus pembenahan di bidang Pendidikan ” jelasnya.
Asep juga menbahkan ” padahal Dewan Pendidikan Jawa Barat di rasa sangat penting sebagai kontrol atau penyeimbang dalam memberikan saran atau masukan terhadap langkah – langkah atau kebijakan, dalam hal ini oleh Dinas Pendidikan, atau oleh Pemerintah Daerah.
Di sisi lain yang sangat saya soroti Kesejahteran Guru Honorer dan Guru ASN, seperti apa yang terjadi sekarang ini di Kota Bandung, cenderung tidak di layani atau molor dalam pelaksanaannya, bahkan saya sangat sedih tunjungan untuk Honorer saja terlihat dipersulit dan sangat – sangat susah untuk mendapatkannya, dengan terlalu banyaknya persyaratan yang harus ditempuh oleh Honorer yang akan mendapatkannya, padahal kalau ditilik dari kesejahteraan tiap bulan mereka sangatlah kurang untuk Guru Honorer ini, Kasarnya begini ” Geus mah meunang gajih Leutik hayoh di Anjuk lila jeung hese deuih “.
Ini tentu harus jadi perhatian Khusus bagi para pemegang kebijakan baik itu Presiden, Mentri, Gubernur, Walikota atau Bupati termasuk anggota Dewan juga, karena saat mereka berkampanye Pasti yang mereka bicarakan selalu
1. Kesejahteraan Guru termasuk Honorer yang di utamakan
2. Kemudahan mandapatkan pasilitas Pendidikan bagi seluruh elemen Masyarakat, tapi setelah mereka jadi seakan itu semua terlupakan, yang ada dan terasa sama mereka dari curhatannya ke saya disaat kebetulan bertemu kesimpulan saya cuman bisa katakan satu kata saja ” Sangat Sulit ” tutup Asep. (chox)
