Kadin Jabar Bergejolak, Kepemimpinan Almer Ilegal!

Bandung, Matainvestigasi.Com – Dualisme kepemimpinan di Kadin Jabar saat ini terus memanas. Kepemimpinan Almer Faiq Rusydi bersikukuh memiliki SK untuk jabatan Ketua.

Kondisi ini membuat Ketua SC Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Jabar Dony Mulyana Kurnia geram. Bahkan dia mengeluarkan ultimatum kepada Almer Faiq Rusydi untuk segera hengkang dari kantor Kadin Jabar di Jalan Sukabumi Kota Bandung.

‘’Kami ingin agar Almer Faiq Rusydi dan jajarannya untuk segera keluar dari kantor Kadin Jabar,’’ ucap Dony dalam keterangannya, Kamis, (05/06/2025).

Menurut Dony, perseteruan ini berawal dari ketidakpuasan kubu Arsyad Rasyid atas keputusan Munaslub Kadin pada 16 Januari 2025 lalu.

Dalam Munaslub ditetapkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Kadin pusat. Pengukuhan juga dilakukan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Akan tetapi, Arsyad Rasyid merasa tidak puas dan mengeluarkan SK untuk Almer Faiq Rusydi menjadi Ketua Kadin Jabar.

Meski begitu saat ini kubu Arsyad Rasyid sudah menerima hasil Munaslub dan memberikan dukungan kepada Anindya Bakrie.

‘’Jadi seharusnya ini dijadikan acuan ke tingkat provinsi dan juga harus patuh dengan hasil keputusan Munaslub,’’ ujarnya.

Meski begitu, Almer Faiq Rusydi masih bersikukuh bahwa SK yang dipegang memberikan hak untuk duuduki Kadin Jabar dan menganggap hasil Munaslub tidak sah.

Klaim ini,  jelas telah melanggar AD/ART dan garis struktural organisasi. Dimana saat ini Agung Suryamal masih menjabat Karetaker.

SK yang dimiliki oleh Almer tidak sah. Sebab tidak merujuk pada hasil Munaslub di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie.

Dony mengingatkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan (SP) kepada Almer agar segera mengikuti aturan yang berlaku.

Selain itu, Almer juga harus meninggalkan kantor Kadin Jabar dan menghentikan penggunaan atribut.

‘’Surat SP 2 ini sudah disampaikan dan tetap bersikukuh pada pendapatnya,’’ ujar Dony.

Untuk itu, jika SP 2 ini tidak segera direspon pihaknya segera mengeluarkan surat SP 3 dengan melakukan pencabutan keanggotaan.

Pihaknya juga tidak akan segan melaporkan tindakan penguasaan kantor Kadin Jabar ke Aparat penegak hukum.

‘’Jadi sejak keluar pernyataan ini, Almer harus segera keluar dan ini adalah bentuk ketegasan agar organisasi kembali bersatu dan kondusif,” serunya