Kantor Polisi Dirusak Sekelompok Warga dan Blokade Jalan di Manokwari

Manokwari, Matainvestigasi.com – Sekelompok massa merusak kantor pos polisi Wariori dan memblokade Jalan Yos Sudarso Sanggeng Manokwari, Papua Barat, pada Jumat 17/3/23, Sab’tu (18/03).

Warga juga memblokade jalan dengan menebang pohon dan membakar ban bekas di jalanan.

Aksi sekelompok warga ini diduga dipicu penangkapan terhadap dua orang oleh polisi setempat. Pihak keluarga meminta agar anaknya yang ditangkap dilepaskan oleh polisi.

Akibat kericuhan tersebut, lalu lintas di Kota Manokwari mulai dari Sanggeng dan Wosi hingga ke arah Kota Manokwari terganggu karena sekelompok massa.

Polresta Manokwari dibantu Brimob Polda Papua Barat turun ke lokasi kejadian dan bernegosiasi dengan kelompok massa agar membuka blokade.

Kapolresta Manokwari, Kombes Pol RB Simangunsong bersama tim gabungan langsung membersihkan puing-puing sisa dari aksi pemalangan yang dilakukan oleh kelompok warga tersebut.

Kabag Ops Polresta Manokwari, Kompol Musa Jedi Permana mengatakan, aksi pemalangan dan perusakan kantor pos polisi Wariori karena salah satu anak warga setempat ditangkap.

“Karena warga tidak terima ada yang ditangkap makanya melakukan aksi pemalangan dan perusakan kantor polisi itu,” katanya, dikutip beritasatu.com.

Musa menegaskan, penangkapan yang dilakukan sudah sesuai prosedur. Kedua orang yang diamankan itu diduga melakukan tindak pidana. Di sisi lain, Musa menyatakan, pihaknya tidak akan menoleransi aksi anarkis.

“Apa pun alasannya, melakukan tindakan anarkis tidak akan ditoleransi. Tetap kita proses. Apalagi melakukan perusakan ruang publik,” tegasnya

Setelah blokade jalan dibuka, situasi di Manokwari, Papua Barat berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal kembali. Sementara, pihak kepolisian memastikan akan menindak warga yang diduga melakukan tindakan anarkis tersebut.

“Saya mengimbau masyarakat yang merasa tidak terima jangan melakukan tindakan anarkis. Karena tindakan anarkis itu menghambat pembangunan dan aktivitas ketentraman masyarakat,” katanya. (Red)