Rombongan Mahasiswa dan Dosen Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tinjau IPAL MCAB

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Mahasiswa Tingkat II Program Study Sanitasi Lingkungan, Program Sarjana Terapan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung (Poltekkes Kemenkes Bandung) melakukan kunjungan praktik lapangan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cisirung, yang didampingi oleh jajaran pimpinan program studi dan para dosen. Sebanyak 131 mahasiswa datang untuk memperluas wawasan praktis mahasiswa untuk melihat dan mengamati pengelolaan limbah cair B3 secara langsung, Kamis (15/10).

Rombongan mahasiswa melakukan kunjungan secara langsung Pengolahan IPAL Mitra Citatum Air Biru (MCAB) yang berlokasi di Jalan Cisirung Nomor 38, Kampung Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, agar bisa mengetahui secara nyata bagaimana pengolahan limbah industri di tampung dan diolah dengan baik agar aman terhadap lingkungan.

Mahasiswa yang hadir didampingi oleh tiga orang dosen pembimbing dan dua orang tenaga pendidikan mengemban misi pendalaman pada tiga aspek utama. Pertama, pengenalan sumber limbah cair; kedua, pemahaman proses pengolahan limbah cair secara komunal; serta ketiga, pemahaman mendalam mengenai upaya tanggap darurat pada IPAL.

Sinergitas edukatif ini diawali dengan peninjauan lapangan, di mana mahasiswa diajak menyusuri seluruh alur instalasi pengolahan limbah cair. Peninjauan dimulai dari bak ekualisasi yang berfungsi sebagai penampung awal aliran limbah industri, dilanjutkan ke bak aerasi sebagai tempat berlangsungnya proses biologi penting, hingga berakhir di titik outlet yang menjadi titik akhir pembuangan air hasil olahan.

Usai melihat langsung proses teknis di lapangan, rangkaian acara lanjut dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif di ruang rapat PT MCAB. Untuk menjaga efektivitas jalannya diskusi, peserta dibagi menjadi dua grup besar yang dipandu langsung oleh Penanggung Jawab operasional PT Mitra Citarum Air Biru.

Dalam sesi diskusi, para mahasiswa menunjukkan antusias cukup tinggi melalui berbagai pertanyaan kritis. Isu yang dibahas mencakup alur proses pengelolaan air limbah komunal di perusahaan, jumlah pabrik tekstil dan makanan yang limbahnya diolah oleh PT MCAB, hingga sejarah berdirinya perusahaan.

Namun, perhatian utama peserta tertuju pada isu penanggulangan banjir dan kesiapan infrastruktur IPAL dalam menghadapi lonjakan debit air yang besar. Hal ini sangat relevan mengingat kondisi geografis IPAL Cisirung yang berbatasan langsung dengan Sungai Cisuminta dan dekat sungai Citarum, yang kerap meluap saat intensitas hujan yang tinggi.

Selain masalah teknis, diskusi juga mengungkap sisi hubungan kemitraan antara PT MCAB dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam salah satu sesi tanya jawab mahasiswa, Penanggung Jawab operasional PT MCAB memberikan penjelasan secara sistematis dan transparan. Ia menegaskan bahwa operasional PT MCAB saat ini terikat kerja sama resmi dengan berbagai industri tekstil dan makanan melalui MoU yang diketahui oleh pemkab, “ucap harris.

Selain dari pada itu, dipaparkan juga sejarah berdirinya perusahaan telah dimulai sejak tahun 1985 dan resmi beroperasi penuh pada tahun 2003. Pembenahan besar-besaran mulai masif dilakukan sejak tahun 2023, meliputi inovasi mesin serta peremajaan alat yang usang oleh tim teknis.

Harris menambahkan, khusus pada tahun 2026 ini, pihak manajemen bergerak cepat melakukan penguatan infrastruktur tanggap darurat akibat dinamika cuaca ekstrem.

Acara kunjungan praktik lapangan ini diakhiri dengan sesi foto bersama di halaman depan Kantor PT Mitra Citarum Air Biru sebagai dokumentasi resmi. Sebagai bentuk apresiasi atas penerimaan yang hangat, Poltekkes Kemenkes Bandung yang diwakili oleh Bapak Bambang Yulianto.,ST.,MT. menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada perwakilan PT MCAB.

Pihak Poltekkes Kemenkes Bandung berharap kerja sama edukasi ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan di masa mendatang. Ke depan, kolaborasi diharapkan tidak hanya terbatas pada kunjungan praktik satu hari saja, melainkan dapat berkembang dalam bentuk program magang mahasiswa, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, hingga penelitian bersama dari berbagai sudut pandang keilmuan sanitasi lingkungan, “ungkap bambang. (Red)