Lalin Simpang Derwati Gedebage Sapan Kembali Normal Tidak Tampak Bus Wisata Yang Melintas, Warga Merasa Lega

Bandung, Matainvestigasi.com – Lalulintas Tegalluar Sapan persimpangan Derwati dan jalur utama lintas Summarecon menuju rell kereta api Gedebage tampak normal. Hal ini disebabkan pasca ditutupnya Masjid Raya All-Jabbar (Masjid Apung), Jum’at (03/02).

Kendaran yang melintas seputar gedebage kembali pada hal yang biasa, tanpa antrian panjang meski jalur tersebut melintas mobil angkutan besar. Faktor ini di sebabkan karena ditutupnya masjid apung untuk wisatawan yang ingin melihat dari dekat, dan pembersihan PKL yang menjamur di seputaran masjid apung.

Inisial S Warga sekitar derwati, “wah biasanya kalau sudah hari jum’at sampai minggu jalan padat kendaraan membludak khususnya bis pariwisata yang melintas menuju masjid apung dan sekitarnya, jalan kecil sempit kendaraan besar antri, tampak semraut aja mas, “ucapnya.

“Hari ini, kembali pada keadaan semula, kendaraan besar memang banyak lewat khususnya kendaraan pabrik truck besar atau kontener, macet juga kadang tapi masih katagori normal dan pada jam tertentu saja, berharap macet yang ada di atasi dengan baik oleh pemda dan dinas terkait, jangan di tambah macet, “harapnya.

Warga lain juga menambahkan, “yah mas hari ini lalulintas kendaraan normal kembali, lega saja dengan kondisi seperti ini, kalau bisa jangan di perparah lagi macetnya atau di urailah, kadang kita mau tujuan ke sana waktu singkat normalnya 10 menit bisa sampai 30 menit bahkan lebih saat bermacet ria dengan bis wisata, kalau sekarang aman normal lagi, “keluhnya sambil tersenyum.

Perkembangan dalam pembangunan memang kadang memberikan dampak negatif di setiap lini, apalagi bila dampak tersebut memancing wisatawan untuk mengunjunginya, di satu sisi bisa menaikan nilai positif di sisi lainnya negatif. Dalam pembangunan harus di lihat dan dipertimbangkan dampak lainnya, termasuk arus lalulintas yang juga menjadi polemik. (Red)