Pemkot Bandung Kelabakan Tangani Masalah Sampah Pasar Gedebage, Pungli Merajalela!

Bandung, Matainvestigasi. Com – Keberadaan sampah di Pasar Gedebage Kota Bandung sampai saat ini belum terselesaikan. Bahkan sampai saat ini sampah terus menumpuk mencapai 1.120 meter kubik.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, produksi sampah di Pasar Gedebage mencapai 20 ton per hari.

Menurutnya, kondisi ini harus diselesaikan, meski pengelolaan sampah Pasar Gedebage merupakan tanggung jawab pengurus dan PD Pasar. Selasa, 13 Mei 2025.

‘’Langkah awal akan kita angkut dulu sampah dengan menambah peralatan berat bantuan dari Pemprov Jabar,’’ kata farhan kepada wartawan, Senin, (28/04/2025)

Menurutnya, menumpuknya sampah di pasargedebage disebabkan alat pengolahan sampah rusak. Biodigester dan pencacahan mati.

Sejauh ini pengelolaan sampah dilakukan oleh pengurus pasar yang merupakan perusahaan rekanan dari PD Pasar BUMD Kota Bandung.

Pada prakteknya retribusi pengelolaan sampah tetap dipungut. Namun pengelolaan sampah tidak dilakukan.

Farhan tidak menampik bahwa di Pasar Gedebage telah terjadi pungutan liar kepada para pedagang. Untuk itu, pihaknya akan menindak tegas pelaku pungli itu.

“Kita tidak bisa membiarkan ini terus berlangsung. PD Pasar sudah menyiapkan laporan resmi Polrestabes Bandung,’’ ujar Farhan.

Berdasarkan informasi yang diterima, 700 pedagang dipungut iuran untuk pengelolaan sampah sebesar Rp5.000 per hari. Dalam sehari pungutan mencapai Rp3,5 juta atau sebesar Rp 100 juta per bulan.

‘’Indikasi ini harus ditindaklanjuti serius. Dugaan korupsi dalam pengelolaan sampah tidak bisa ibiarkan,” ujar Farhan.

Selain itu, sebagai langkah awal dalam melakukan tata kelola, Pemkot bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengabil alih pengelolaan sampah di Pasar Gedebage.

Farhan memastikan, pengangkutan tumpukan sampah membutuhkan waktu tiga hari dengan estimasi 40 ritase untuk dibuang ke TPS Sarimukti.

“Kami mengajak warga untuk bersabar. Penanganan ini demi kebaikan bersama,” tandas Farhan. (Red)