RPH dan Genangan Air Menjadi Pasar Baleendah Kumuh dan Bau, Program Citarum Harus Bisa Menyentuh

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Pasar Tradisional Baleendah terus-menerus di bangun pemerintah daerah, namun dalam pembangunannya pihak terkait tidak sedikitpun peduli akan lingkungan pasar dan kenyamanan pengunjung pasar, pasar masih di biarkan kumuh dan berantakan, Kamis (23/06).

Pasar tempat segala macam sampah, salah satunya sampah plastik yang seringkali menghambat saluran air yang menyebabkan mampet dan banjir. Pihak pengelola pasar sepertinya kurang peka atau cuek-cuek saja, bahkan dari tahun ke tahun kumuhnya pasar baleendah seakan belum bisa di hilangkan.

Satgas Citarum Harum Dansektor 6 Kol Arh M Zaini, sempat melakukan konsolidasi dan kordinasi terkait permasalahan sampah di wilayahnya yang sempat membuat mampet saluran drainase kolam retensi cienteung dayeuh kolot, agar air dari hulu bisa masuk kolam tanpa ada kendala.

Dirinya menyampaikan, “kita sedang lakukan kordinasi pihak-pihak terkait dalam perbaikan drainase pasar dan sampahnya harus di perhatikan, dan mereka harus bisa perbaiki drainase pasar yang di anggap buruk, termasuk di simpang baleendah, “ucap zaini.

“Kebetulan sampah pasar bukan hanya dari aktifitas pedagang saja, masyarakat luar juga buang ke pasar, jadi sampah cepat penuh dan berantakan, semoga dinas mereka bisa mengatasinya, kita TNI sifatnya membantu dan sama-sama bekerja dalam program citarum harum.

Pedagang pasar yang tidak mau di sebutkan namanya juga menjelaskan, “gimana mau nyaman pasar, kalau pengelolaanny saja kurang becus dan tidak tegas, jangankan sampahnya, lah wong drainase pasar juga tidak ada, jadi yah dikit dikit banjir dan bau menyengat, apa lagi yang di belakang sana, “kesalnya.

Pasar baleendah tampak sekali kumuh, di tambah lagi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang di anggap tidak tertata baik, menjadi pemandangan utama jalan pasar, dan air yang menggenang menjadi pelengkap pasar baleendah belum tertata baik, sebabkan banjir dan bau tidak sedap. (Red)