Bogor, Matainvestigasi.Com – Keberadaan Pasar Gembrong Sukasari Kota Bogor dalam waktu dekat segera operasional dan dapat menampung 600 pedagang dengan sistem sewa atau beli kios.
Pasar yang beralamat di Jalan Siliwangi dibangun atas kerjsa sama antara Perumda Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) dan CV Purnabri sebagai investor.
Kerja Sama PPJ dan CV Purnabri
Berdasarkan penelusuran, investasi Pasar Gembrong menelan anggaran sekitar Rp 54,6 miliar dengan sistem kerjasama dengan sistem bangun guna serah atau disebut Build Operate and Transfer (BOT).
Meski begitu, kerja sama ini tidak ada informasi mengenai hak kelolaan Pasar Gembrong Sukasari oleh CV Purnabri Hanya saja, sebagai investor para pedagang akan dibebankan uang sewa.
Meski mengalami keterlambatan, Pasar Gembrong, Sukasari kini sudah hampir rampung. Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau kesiapan operasional pasar itu.
Kelistrikan, drainase, fungsi keselamatan dan keamanan, termasuk hydrant tidak luput dari perhatian Wali Kota.
“Pada prinsipnya, pasar ini sudah siap dioperasionalkan secara penuh,’’ ujar Didie kepada wartawan ketika melakukan kunjungan, Senin, (9/6/2026).
Berdasarkan pantauan, kios-kios Pasar Gembrong masih banyak yang belum terjual. Sebagian para pedagang belum berani ambil kios dan lapak pasar yang katanya terlalu mahal.
Didie sendiri meminta kepada pihak direksi dan pengembang bisa meyakinkan pedagang untuk segera memanfaatkan fasilitas untuk segera berjualan.
“Jadi langkah-langkah bisnis apa saja yang dilanjutkan PPJ dan pengembang,” cetus Didie
Harga Kios Pasar Gembrong Sukasari
Sementara itu, Dirut Perumda PPJ Jenal Abidin mengklaim dari 600 kios dan los yang tersedia, sebanyak 300 unit dialokasikan untuk pedagang di Pasar Bogor.
‘’Pasar ini memiliki fasilitas komplit. Seperti area bemain anak-anak, rooftop kuliner, dan foodcourt. Konsepnya juga seperti Mall,’’ ujar Abidin
Sebelum dilakukan pembangunan, Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama CV Purnabri pernah melakukan sosialisasi padda 2023 silam.
Berdasrkan desain, pasar ini akan memiliki 540 Kios dan Los. Untuk ukuranya bervariatif, 2×3, 2×4 dan 3×3.
Dalam sosialisasi dijelaskan kepada para pedagang mengenai kepemilikan Kios atau Los. Dalam penawaran, pedangang diharuskan membayar uang muka sebesar Rp 1,5 juta yang bisa dicicil selama tiga bulan.
Untuk harga los Rp 2,5 juta per meter. Kios disiapkan mulai lantai dasar diperuntukan bagi pedagang basahan.
Sedangkan lantai satu untuk pedagang kain, fashion, perlengkapan rumah tangga dan sejenisnya.
Harga los Rp 32 juta yang bisa dibeli dengan skema kredit. Sedangkan harga kios Rp37 juta.
Kendati begitu, para pedagang merasa keberatan dengan harga kios yang terlalu mahal itu.
Salah satu pedagang Suharti mengatakan, Cicilan yang diberikan kepada para pedagang memiliki jangka waktu yang pendek. Yaitu selama 5 tahun.
‘’Jadi kalau dibilang maha, mungkin mahal di awal ya, seandainya bisa 10 tahun masa cicilannya tentu bisa lebih murah,’’ ucap Suharti.
Suharti mengaku, telah membeli kios dengan skema kredit dengan cicilan sebesar Rp 10 juta selama 5 tahun untuk dua kios.
