Bandung, Matainvestigasi.Com – Alokasi anggaran untuk program makan bergizi gratis atau MBG untuk Jawa Barat memiliki nilai fantastis. Yaitu Rp 50 Triliun.
Anggaran sebesar itu akan langsung direalisasikan jika program Makan Bergizi gratis atau MBG berjalan 100 persen di wilayah Jawa Barat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, di Jawa Barat adalah provinsi yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG paling banyak.
‘’ Jumlahnya mencapai 4.500 satuan SPPG, ini karena jumlah siswa di Jawa Barat paling besar,’’ ujar Dadan dalam keterangannya dikutip, (10/06/2025).
Alokasi anggaran makan bergizi gratis atau MBG ini, nilainya lebih besar dari APBD Jawa Barat. Dan uang sebesar Rp 50 Triliun akan seluruhnya masuk ke Jabar.
‘’Itu akan masuk ke Jawa Barat kurang lebih Rp50 triliun, sementara APBD Jawa Barat hanya Rp31 triliun,’’ sebut Dadan.
Dadan menyebutkan untuk SPPG akan menerima angggaran dengan nilai Rp 8 sampai Rp 10 miliar per tahun.
Anggaran ini digunakan untuk penyediaan MBG dan operasional, sehingga dipastikan akan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.
Lapangan pekerjaan akan tercipta secara langsung, dan geliat ekonomi di tingkat daerah juga akan meningkat dengan melibatkan banyak pelaku usaha seperti UMKM.
Keberadaan SPPG ini diperkirakan akan membutuhkan 15 supplier yang akan memasok bahan baku untuk memenuhi program MBG.
Ketika ada peningkatan permintaan barang, setiap supplier dipastikan akan menambah pekerja untuk memenuhi kebutuhan itu.
“Jadi kalau ini sudah merata, akan tercipta pergerakan ekonomi yang masif, di mana orang-orang punya kesempatan untuk ikut andil pada program ini,’’ tuturnya.
Dadan menilai, program ini sudah dipahami oleh seluruh kepala daerah dan menyatakan siap untuk mendukung program tersebut.
‘’Jadi saya yakin MBG ini bisa menggerakkan roda perekonomian daerah,’’ ujarnya.
BGN memproyeksikan sampai dengan Agustus 2025 nanti, program MBG diproyeksikan akan menyentuh 20 juta siswa termasuk kalangan ibu hamil dan anak balita.
Percepatan program MBG ini akan terus diupayakan dengan melakukan eksekusi langsung di lapangan agar program ini berjalan maksimal.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman ketika kunjungannya ke Bandung mengatakan, salah satu program unit SPPG di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, telah menggadeng beberapa UMKM untuk pemerunuhan pasukan program MBG.
‘’SPPG yang ada di Pesantren Al-Kasyaf telah melibatkan UMKM dimana pekerjanya mdapat jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan,’’ pungkas Maman.
