75 Orang Asal dari Jawa Barat jadi Korban TPPO di Myanmar

Bandung, Matainvestigasi.com – Sebanyak 75 warga Jawa Barat dari total 554 Warga Negara Indonesia ( WNI ) dikabarkan jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO ) di Myawaddy, Myanmar.

Mereka secara paksa dipekerjakan sebagai sindikat online Scamming atau penipuan secara online dengan berbagai tindak kekerasan yang dialami oleh pekerja WNI. Selasa, 23 Mei 2025

Menanggapi hal ini, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar, Hendra Kusuma Sumantri mengatakan, 75 warga jabar tersebut sudah berhasil dievakuasi.

‘’Mereka telah berhasil dibebaskan oleh Pemerintah Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam),’’ ujar Hendra dalam keterangannya, dikutip, Kamis, (20/03/2025).

Hendra mengatakan, meski sudah dibebaskan, Disnakertrans Jabar belum mengetahui status pekerjaan mereka di Myanmar itu.

Pihaknya, akan segera melakukan penelusuran untuk mengetahu pekerjaan para WNI yang dilakukan di Myanmar.

“Kami akan segera mencari informasi mengenai warga Jabar yang terjebak bekerja di Myanmar itu,’’ ujar Hendra.

Menurutnya, para pekerja tersebut saat ini sedang dalam penanganan pemerintah dan sudah berada di wisma haji, Pondok Gede sebagai tempat transit.

PIhaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan Kemenko Polkam, Kemenlu, hingga BP3MI Jabar untuk mengurus kepulangan para pekerja di kampung halaman masing-masing.

‘’Kami akan melakukan pendataan dan akan melakukan koordinasi agar para pekerja tersebut dapat pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga,’’ ujarnya.

Untuk diketahui ratusan WNI ini diketahui menjadi korban TPPO. Selama bekerja di Myanmar mereka mengalami penyiksaan.

Mereka juga dipekerjakan di wilayah Myawaddy yang merupakan wilayah konflik di berbatasan dengan Thailand.

Para pekerja tersebut menjadi korban praktik online scamming lintas negara yang terjebak bekerja dengan iming-iming gaji besar,

Akan tetapi, para pekerja banyak mengalami tindakan kekerasan dengan berbagai intimidasi kekerasan fisik dan penyanderaan.

Salah satu ancaman yang sangat mengerikan adalah, pengambilan organ tubuh jika tidak memenuhi target kerja yang telah ditentukan.

Selama bekerja, mereka dibatasi untuk melakukan komunikasi dengan pengawasan yang sangat ketat dan perlakuan kasar dari penjaga. (Red)