Wamena, Matainvestigasi.com – Isu penculikan anak disebut menjadi pemicu terjadinya kerusuhan yang menyebabkan banyak korban, data dari kepolisian, 10 orang tewas, 14 orang luka-luka, dan satu anggota polisi tertembak panah di Kampung Sapalek, Distrik Wamena, Sab’tu (25/02).
Kerusuhan kamis kemarin itu juga menyebabkan sejumlah rumah dan kios di sekitarnya dibakar oleh massa.
“Hingga saat ini ada 10 korban jiwa yang meninggal dunia. Yang luka-luka dari masyarakat ada 14 orang,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Benny Adi Prabowo kepada wartawan BBC News Indonesia, Jumat (24/02).
Benny menambahkan, dari 10 orang tewas tersebut, tiga orang adalah warga pendatang yang terkena imbas dari sekelompok massa yang melakukan penyerangan.
“Makanya luka di tubuh mereka ada panah dan juga luka benda tajam,” ujar Benny.
Sementara tujuh korban lainnya berasal dari kelompok massa anarkis yang melakukan penyerangan terhadap aparat.
“Penyebab kematian tujuh orang ini, rata-rata terkena luka akibat tembakan,” ujar Benny.
Benny mengatakan situasi saat ini di Distrik Wamena telah aman terkendali dan tidak ada rentetan pascakejadian.
Sementara itu dilansir dari Kompas.com, TNI telah menyiagakan personel untuk menenangkan dan mencegah meluasnya kerusuhan.
“Saya telah perintahkan Dandim 1702/Jayawijaya untuk menenangkan massa agar kerusuhan tidak meluas dan juga sudah disiagakan personel TNI untuk mengantisipasi kerusuhan susulan,” kata Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring, Jumat (24/02).
(Red/bbc)
