SUMEDANG, MATAINVESTIGASI.COM — Fungsi pengawasan DPRD Provinsi Jawa Barat kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDI Perjuangan, Bayu Satya Prawira, di Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut diarahkan untuk melihat langsung pelaksanaan program pemerintahan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam agenda itu, Bayu menempatkan kaum milenial sebagai kelompok strategis dalam pembangunan daerah. DPRD menilai, keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan anggaran, tetapi juga sejauh mana masyarakat—termasuk anak muda—dilibatkan secara aktif.
Bayu menegaskan bahwa milenial seharusnya tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, melainkan bagian dari penggerak pembangunan. Potensi kreativitas, inovasi, dan daya adaptasi generasi muda dinilai menjadi modal penting untuk menjawab tantangan pembangunan di tingkat desa.
Melalui dialog terbuka, DPRD Jawa Barat menerima berbagai masukan dari pemuda Desa Cijeruk. Aspirasi yang disampaikan antara lain terkait keterbatasan lapangan kerja, sulitnya akses permodalan untuk usaha kreatif, hingga minimnya ruang yang dapat menampung ide dan aktivitas produktif generasi muda.
Menurut Bayu, temuan lapangan tersebut menjadi bahan penting bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan. DPRD tidak hanya mengawasi aspek administratif dan penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Ia menegaskan, DPRD akan mendorong agar aspirasi generasi muda tersebut menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan pemerintah daerah. Pendekatan dialogis dan partisipatif, menurutnya, perlu terus diperkuat agar pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pengawasan langsung ke lapangan, DPRD Jawa Barat berharap kebijakan pembangunan ke depan mampu memberi ruang lebih luas bagi peran milenial sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
