KOTA BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — DPRD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja delegasi Kongres Republik Rakyat Tiongkok dalam rangka memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama strategis antara Jawa Barat dengan sejumlah wilayah di Tiongkok. Selasa (12/05/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kota Bandung, itu membahas berbagai isu penting, mulai dari pengawasan anggaran daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga peluang kolaborasi di bidang industri, teknologi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral yang tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga berdampak langsung terhadap pembangunan daerah.
“Dalam perspektif kelembagaan DPRD, hubungan ini sangat relevan untuk mendukung penguatan kapasitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam menjalankan fungsi penganggaran,” kata Buky Wibawa.
Menurutnya, DPRD Jawa Barat memandang penting adanya ruang pertukaran pengalaman internasional, terutama dengan Republik Rakyat Tiongkok yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan berbasis teknologi, industrialisasi, hingga tata kelola perkotaan modern.
Buky menjelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalin berbagai bentuk kerja sama dengan sejumlah wilayah di Tiongkok seperti Heilongjiang, Guangxi Zhuang, Chongqing, dan Sichuan. Kerja sama tersebut mencakup hubungan sister province, investasi industri, perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran teknologi.
Ia menilai hubungan tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan di Jawa Barat, sekaligus menjadi bukti bahwa kerja sama antarnegara dapat menjadi sarana transfer pengetahuan dan inovasi kebijakan.
“Pengalaman berbagai kerja sama tersebut menunjukkan hubungan antar negara tidak hanya sebatas diplomasi formal, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan, inovasi kebijakan dan peningkatan kapasitas kelembagaan,” ujarnya.
DPRD Jawa Barat, lanjut Buky, mendorong pemerintah daerah untuk terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai negara selama memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Oleh karenanya kami mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bekerja sama dengan negara manapun sepanjang itu untuk kebaikan bersama,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD Jawa Barat juga memaparkan sejumlah area strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi internasional. Di antaranya penguatan pengelolaan anggaran daerah, pengembangan infrastruktur, transfer teknologi industri dan UMKM, pengembangan smart city, penguatan sumber daya manusia, riset kebijakan, hingga kerja sama di bidang ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon.
“Kami meyakini bahwa hubungan kerja sama yang kuat harus dilandasi atas prinsip kesetaraan, saling menghormati dan memberikan manfaat bersama. Menjadi harapan kami kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret yang dapat diterjemahkan ke dalam program-program pembangunan yang terukur dan berdampak nyata,” ucap Buky.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Rizaldy Danar Priambodo memaparkan secara rinci peran DPRD dalam siklus pembentukan dan pengawasan APBD.
Menurut Rizaldy, pada tahap perencanaan KUA-PPAS, fungsi legislasi DPRD berperan memastikan keselarasan regulasi dengan visi pembangunan daerah. Sedangkan pada fase pembahasan Raperda APBD, DPRD turut merumuskan draf final hukum APBD.
“Fungsi anggaran (DPRD Jawa Barat) dalam fase perencanaan atau KUA-PPAS menajamkan prioritas dan mengunci plafon, sedangkan fase pembahasan Raperda APBD, membedah alokasi detail per-SKPD,” jelas Rizaldy.
Ia menambahkan, fungsi pengawasan DPRD dilakukan setelah APBD disahkan, yakni dengan memonitor penyerapan anggaran dan kualitas pelaksanaan program di lapangan.
“Fungsi pengawasan, evaluasi akhir bukan sekadar ketuk palu legalitas, melainkan komitmen politik bahwa setiap rupiah yang disahkan memiliki indikator kinerja yang jelas,” tandasnya.
