KABUPATEN SUMEDANG, MATAINVESTIGASI.COM – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Iwan Koswara, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kegiatan kewirausahaan yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini dinilai menjadi terobosan penting bagi siswa, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan keterampilan aplikatif yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.
Pernyataan ini disampaikan Iwan usai kunjungan kerja ke SMKN 2 Sumedang, Kamis (9/10/2025), dalam rangka memantau dan memperoleh informasi terkait implementasi kegiatan kewirausahaan di sekolah.
“Terkait kegiatan kewirausahaan ini, kita masih menemukan sekolah kejuruan yang memang tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada sekarang ini. Hal ini bisa menjadi satu terobosan yang bagus yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk membantu siswanya,” kata Iwan Koswara.
Menurut Iwan, kegiatan kewirausahaan menjadi jawaban bagi sekolah yang jurusannya masih kurang relevan dengan kebutuhan pasar. Kegiatan ini memberi siswa kemampuan untuk mengembangkan inovasi dan kreativitasnya, sekaligus membekali mereka keterampilan praktis yang aplikatif.
“Kewirausahaan memberikan kebebasan dan keleluasaan untuk mengeluarkan inovasi serta kreativitas dari para siswa. Anak-anak justru diberikan kebebasan atau keleluasaan untuk mengeluarkan inovasinya, kreativitasnya juga dimunculkan. Seperti membatik, membuat warna dalam sebuah kain yang dijadikan pakaian yang bagus dan menarik,” tegas Iwan.
Tak hanya itu, pelajaran kewirausahaan di SMKN 2 Sumedang dikemas secara aplikatif. Siswa tidak sekadar belajar teori, tetapi langsung menerapkan kreativitasnya dalam proyek nyata, sehingga mereka siap mandiri saat lulus dan menghadapi dunia kerja.
Menurut guru pembimbing kewirausahaan, Lina Maharani, kegiatan ini menumbuhkan jiwa inovatif dan percaya diri siswa. “Banyak siswa yang awalnya ragu, kini mampu membuat produk yang layak dijual, mulai dari batik hingga kerajinan kreatif lain. Mereka belajar dari praktik langsung, bukan hanya teori,” ujarnya.
Iwan menegaskan bahwa SMKN 2 Sumedang menjadi contoh bagi sekolah kejuruan lain. Dengan penerapan kewirausahaan sejak dini, siswa memiliki peluang lebih besar untuk langsung siap bekerja atau membuka usaha mandiri, mengurangi ketergantungan pada pelatihan tambahan di kemudian hari.
“Terkait kewirausahaan di SMK 2 ini menjadi contoh untuk sekolah-sekolah yang lain, terutama sekolah-sekolah kejuruan,” ucap Iwan.
Salah satu siswa, Rika, membagikan pengalamannya: “Awalnya saya takut mencoba ide sendiri, tapi lewat kegiatan kewirausahaan ini saya bisa membuat produk batik sendiri dan bahkan menjualnya di sekolah. Rasanya percaya diri saya meningkat.”
Dengan demikian, kegiatan kewirausahaan di SMKN 2 Sumedang bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan fondasi bagi kemandirian siswa. Terobosan ini memastikan para lulusan siap menghadapi tantangan dunia kerja, berinovasi, dan bahkan menciptakan peluang usaha sejak dini, menjadikan pendidikan kejuruan lebih relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
