CARACAS, MATAINVESTIGASI.COM — Operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bukan peristiwa spontan. Sejumlah sumber menyebut aksi tersebut sebagai puncak dari operasi militer dan intelijen yang telah disiapkan secara matang oleh Amerika Serikat. Minggu (04/01/2026).
Berikut kronologi lengkapnya berdasarkan laporan media internasional dan sumber pejabat AS:
Beberapa hari sebelum 3 Januari
Aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Karibia meningkat. Pergerakan kapal perang dan pesawat pengintai terdeteksi mendekati wilayah udara Venezuela. Pemerintah AS tidak memberikan penjelasan rinci, namun menyebutnya sebagai “operasi keamanan regional”.
Jumat malam, 2 Januari
Menjelang tengah malam, sistem pertahanan udara Venezuela dilaporkan mengalami gangguan. Sejumlah titik strategis di sekitar Caracas menjadi sasaran serangan presisi. Ledakan terdengar di beberapa fasilitas militer dan komunikasi.
Sabtu dini hari, 3 Januari
Di tengah kekacauan tersebut, pasukan elite Delta Force bergerak menuju kediaman Presiden Nicolás Maduro di Caracas. Operasi dilakukan secara cepat dan senyap. Pasukan menerobos area dalam dengan pengamanan ketat.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap di dalam kamar tidur. Keduanya disebut tidak sempat melakukan perlawanan. Beberapa menit kemudian, mereka dievakuasi keluar dari lokasi dengan pengawalan ketat.
Tim agen FBI ikut mendampingi proses penangkapan. Kehadiran FBI menandai bahwa operasi militer ini langsung dikaitkan dengan proses hukum federal di Amerika Serikat.
Pemerintah AS mengonfirmasi tidak ada korban di pihak militer Amerika. Sementara itu, pemerintah Venezuela belum memberikan pernyataan resmi, namun aktivitas militer di Caracas meningkat drastis.
Beberapa setelahnya, Maduro dan Cilia Flores diterbangkan keluar dari Venezuela menuju Amerika Serikat. Tujuan akhir mereka adalah Manhattan, New York.
Jaksa federal AS mengumumkan bahwa Nicolás Maduro akan dihadapkan ke pengadilan federal dengan dakwaan narkoterorisme dan perdagangan senjata. Kasus ini disebut sebagai kelanjutan dari dakwaan lama yang selama ini tertunda.
Pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Sejumlah negara dan pengamat internasional mulai mempertanyakan legalitas operasi militer lintas negara tersebut.
Timeline ini menegaskan satu hal: penangkapan Nicolás Maduro bukan sekadar penegakan hukum, melainkan operasi geopolitik besar yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Amerika Latin.
