DPRD Jabar Bergerak: 3.500 Paket Sembako Ludes dalam Pasar Murah Ayi Sahrul

BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, ribuan warga Leuwiliang menyerbu arena Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Ayi Sahrul Hamzah, bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113, yang sejak pagi sudah diramaikan dengan gerak jalan dan berbagai aktivitas warga. Begitu pasar murah dibuka, antrean langsung mengular panjang. Banyak warga datang lebih awal, bahkan sebelum matahari naik, demi memastikan mereka tak pulang dengan tangan kosong.

Sebanyak 3.500 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya langsung ludes diserbu. Bagi masyarakat yang sedang berjibaku dengan kenaikan harga, kehadiran paket murah ini terasa seperti “oksigen” di tengah sesaknya biaya hidup.

Kegiatan turut dihadiri Rektor Umbara Dr. H. Edi Sukardi, MPd., Ketua PDM Kabupaten Bogor H. Ahmad Yani SHI., M.E, dan dibuka oleh Ivan Fadilla, Sekwil DPW PAN Jawa Barat, yang sekaligus menandai dimulainya distribusi paket.

Ayi Sahrul menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar bentuk perayaan, tetapi intervensi nyata di tengah gejolak ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Ia menilai konsumsi rumah tangga menjadi bantalan penting bagi ekonomi daerah, sehingga pemerintah dan wakil rakyat harus hadir dengan kebijakan yang mengena langsung ke dapur warga.

“Gerakan Pasar Murah ini kami hadirkan untuk menjaga stabilisasi harga dan memperkuat daya beli masyarakat. Ketika ekonomi berfluktuasi, masyarakat butuh solusi yang bisa dirasakan, bukan sekadar wacana,” tegas Ayi.

Selain menjaga harga tetap terjangkau, GPM juga bertujuan membuka jalur yang lebih efisien antara masyarakat dan produsen pangan, sehingga distribusi lebih lancar dan risiko kenaikan harga bisa ditekan. Antusiasme warga Leuwiliang menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan program seperti ini masih sangat besar.

Menjelang penutupan, panitia menyiapkan tambahan paket khusus bagi warga prasejahtera yang belum mendapat giliran, memastikan tak ada kelompok rentan yang tertinggal.

Ayi menutup kegiatan dengan komitmen bahwa dirinya akan terus memperjuangkan program-program yang langsung menyentuh kehidupan warga, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan dasar dan ketahanan ekonomi Jawa Barat.