BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat kebijakan mitigasi bencana di Jawa Barat, seiring meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Anggota Komisi IV DPRD Jabar, M Rizky, menyampaikan bahwa DPRD tengah mendorong pemerintah daerah melakukan pemutakhiran sistem dan penataan anggaran yang lebih fokus pada pencegahan. Selasa (02/12/2025)
Rizky menilai tantangan perubahan iklim saat ini menuntut kesiapan yang jauh lebih serius dibandingkan pola musim konvensional yang dulu bisa dijadikan acuan. Menurutnya, ketidakpastian cuaca dan meningkatnya curah hujan menuntut penggunaan teknologi peringatan dini yang jauh lebih modern dan terintegrasi.
Rizky menjelaskan bahwa sistem peringatan dini (early warning system) yang sudah dimiliki Jawa Barat harus diperkuat dengan perangkat yang lebih akurat dan responsif, termasuk alat pemantau cuaca, sensor aktivitas kegempaan, dan alarm banjir pada sungai-sungai besar yang rawan meluap.
“Seperti perangkat elektronik, sistem mitigasi ini butuh upgrading terus menerus. Kita harus punya teknologi yang mampu memberikan peringatan cepat dan tepat, bukan yang lambat merespons situasi. Semua harus terhubung dengan BMKG dan lembaga nasional terkait,” jelasnya, Senin di Bandung.
Selain aspek teknologi, Rizky menekankan bahwa hilangnya kawasan resapan air dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia menjadi pemicu meningkatnya risiko banjir di wilayah hilir. Ia menilai kemampuan tanah menyerap air kini jauh menurun, sehingga penanganan lingkungan harus ditempatkan sebagai prioritas utama pemerintah daerah.
“Kerusakan lingkungan ini sebagian besar karena campur tangan manusia. Lahan lindung banyak hilang, sehingga ketika hujan turun air tidak tertampung optimal. Ini harus jadi perhatian besar bersama,” ujarnya.
DPRD Jawa Barat berharap bahwa peningkatan teknologi mitigasi dan penguatan kebijakan berbasis pencegahan dapat menekan risiko banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang terus berulang setiap musim hujan.








