DPRD Jabar Dorong Pemerataan Investasi di Kawasan Rebana, Fokus Ciptakan Lapangan Kerja dan Kurangi Disparitas Wilayah

BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — DPRD Provinsi Jawa Barat menilai pengembangan investasi di kawasan Rebana menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah utara Jawa Barat dengan kawasan Jabodetabek.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, M. Romli, mengatakan kawasan Rebana yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, serta Sumedang memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, realisasi investasi di kawasan Rebana sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp36,68 triliun. Sementara pada periode Januari hingga April 2026 atau triwulan I, nilai investasi yang masuk telah menyentuh Rp6,5 triliun, setara sekitar 8,43 persen dari total realisasi investasi di Provinsi Jawa Barat.

Romli menilai capaian tersebut menunjukkan kawasan Rebana, khususnya Sumedang, semakin diminati investor. Menurutnya, tren ini harus terus dijaga agar pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan penyangga ibu kota.

“Dilihat dari investasi yang masuk, Sumedang dan wilayah Rebana memang menjanjikan bagi para investor sekaligus menjadi upaya pemerataan untuk menghindari disparitas yang tinggi antardaerah, terutama dengan Jabodetabek,” ujar Romli di Bandung, Minggu (29/06/2026).

Ia menjelaskan, DPRD Jawa Barat terus mendorong perluasan investasi tidak hanya di kawasan Rebana, tetapi juga di wilayah selatan Jawa Barat. Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah menjadikan Majalengka sebagai kawasan industri hijau yang ditopang keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Kami sedang mendorong wilayah lain, seperti Majalengka yang masuk kawasan Rebana, untuk menjadi kawasan industri hijau dan pemerataan pertumbuhan industri di wilayah lain di Jawa Barat,” katanya.

Lebih lanjut, Romli menegaskan keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Menurutnya, investasi harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.

“Kalau dari sisi capaian saya lihat sudah cukup optimal. Tinggal bagaimana investasi yang masuk berdampak terhadap pengurangan pengangguran. Itu harus dilindungi Pemprov Jabar,” tegasnya.

Selain menjalankan fungsi pengawasan, DPRD Jawa Barat juga berupaya memperkuat komunikasi dengan para calon investor melalui berbagai forum dan pertemuan. Dalam setiap kesempatan, DPRD mempromosikan berbagai potensi daerah di Jawa Barat, mulai dari infrastruktur yang semakin terhubung, kawasan industri yang terus berkembang, hingga ketersediaan sumber daya manusia yang kompetitif.

“Kami jelaskan banyak daerah di Jabar yang bagus untuk berinvestasi, aksesnya sudah baik dan mudah dijangkau, termasuk soal tenaga kerja, agar mereka mau berinvestasi di Jawa Barat,” pungkas Romli.